PSGS: Gempa Kembar Venezuela Jadi Peringatan bagi Indonesia
PSGS mengingatkan Indonesia perlu memperkuat mitigasi gempa setelah fenomena gempa kembar di Venezuela memicu kekhawatiran risiko serupa
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA—Program intervensi gizi sensitif efektif menurunkan prevalensi stunting di provinsi DI Yogyakarta sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwoko X mengaku optimis bahwa intervensi gizi masyarakat akan berdampak positif salah satunya untuk menurunkan angka stunting. "Intervensi gizi sensitif yang telah dilakukan [Pemda DIY] dapat berkontribusi sampai 70 persen untuk keberhasilan perbaikan gizi masyarakat, terutama untuk penurunan angka stunting," kata Sultan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Daerah (Rakordal) TW III di Gedhong Pracimasana, Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (26/10/2023).
BACA JUGA: Ini Cara Pemkab Bantul Turunkan Angka Stunting
Sultan menyadari bahwa penurunan stunting mendesak ditindaklanjuti secara kolaboratif baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sesuai RPJMN 2020-2024 mencapai 14%. Untuk mencapai target itu, Pemda DIY bersama pemerintah kabupaten/kota telah mengupayakan penurunan prevalensi stunting sejak 2013.
Sultan menuturkan pada periode 2018 sampai 2022, prevalensi stunting di DIY terus menurun dari 21,46% menjadi 16,4%. Untuk mencapai target 14%, menurut dia, diperlukan berbagai program dan inovasi serta mendapat masukan dan saran dari semua pihak.
"Bupati/ wali kota harus meningkatkan upaya menurunkan stunting melalui penambahan asupan protein hewani untuk ibu hamil maupun balita, dapur balita sehat atau pos gizi, monev dan pendataan yang terintegrasi," kata Sri Sultan.
Sultan melanjutkan, penanganan stunting adalah salah satu prioritas penting dari program reformasi kelurahan sesuai Peraturan Gubernur DIY Nomor 40 Tahun 2023.
"Penanganan stunting merupakan bagian dari reformasi pemberdayaan masyarakat di kelurahan, yang dilandaskan pada prinsip inklusi sosial," kata dia.
Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Tavip Agus Rayanto menyebutkan laju penurunan stunting di DIY sudah sangat baik.
Tavip mengatakan saat ini pihaknya sedang menanti hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) untuk mengetahui bagaimana perkembangan DIY pada 2023.
"Kami yang ada di pemerintah pusat menaruh harapan DIY bisa mensubsidi daerah lain. Karena untuk provinsi-provinsi lain khususnya di Indonesia timur ini kan angkanya (stunting) masih sangat tinggi," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSGS mengingatkan Indonesia perlu memperkuat mitigasi gempa setelah fenomena gempa kembar di Venezuela memicu kekhawatiran risiko serupa
Pemda DIY belum mengangkat Guru Pendamping Khusus menjadi PPPK karena masih menghitung kemampuan anggaran dan kesiapan pelaksanaannya.
Stok beras Bulog mencapai rekor 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Serapan beras sudah 81,65 persen dari target pengadaan nasional.
SPMB 2026 di Kulonprogo menyisakan banyak sekolah kekurangan siswa. Regrouping SD dinilai mendesak, namun masih menghadapi penolakan masyarakat.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan hak banding Nadiem Anwar Makarim tetap berlaku meski hakim tidak menanyakan sikap atas putusan sidang.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.