Advertisement
BKKBN DIY Optimistis Angka Stunting Turun sampai 14% pada 2024
Kepala BKKBN DIY Andi Ritamariani memberikan keterangan kepada wartawan tentang target penanganan stunting di wilayah DIY, Kamis (16/11/2023) (Harian JOgja - Yosef Leon Pinsker)
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY optimistis angka stunting di wilayah setempat bisa mencapai target stunting nasional di angka 14% pada 2024 mendatang. Berdasarkan survei pada 2022 lalu angka stunting wilayah DIY ada di angka 16,4%.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY Andi Ritamariani mengatakan DIY masuk sebagai salah satu dari lima daerah dengan tingkat stunting terendah. Pihaknya yakin sampai dengan akhir tahun ini percepatan penanggulangan stunting bisa menekan angka kasus dan mencapai target sesuai dengan arahan pusat.
Advertisement
"DIY posisi kita lima terendah se-Indonesia yaitu pada 2022 lewat survei Kemenkes 16,4 persen, artinya tinggal 2,4 persen kita bisa capai target 14 persen. Mudah-mudahan dengan survei kesehatan Indonesia yang tahun ini keluar, DIY mampu lagi lebih rendah hanya sedikit lagi kita mampu menurunkan," katanya, Kamis (16/11/2023).
Baca Juga: Pengukuran Berat dan Tinggi Badan Tak Akurat Bisa Pengaruhi Penanganan Stunting di Sleman
Andi menyatakan komitmen pimpinan daerah mulai dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota di wilayah setempat cukup serius dalam melakukan penanganan stunting. Mulai dari kebijakan sampai implementasi dinilainya punya inovasi masing-masing dalam mempercepat penurunan kasus tersebut.
"Seluruh pimpinan daerah mendukung dan punya inovasi masing-masing-masing dalam penanganan stunting. Yang paling rendah itu adalah Kota Jogja di angka 13 persen sekian kita juga tahu bahwa ada yang masih di angka 20 persen sekian, tetapi mudah-mudahan tahun ini bisa turun," jelasnya.
Baca Juga: Stunting di Kota Jogja Bukan Masalah Kemiskinan tapi ..
Menurutnya, manajemen penanganan stunting di DIY dilakukan berdasarkan Perpres 72/2021 yang mengarahkan adanya kelembagaan penanganan mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa atau kelurahan. Selain itu juga ada tim pendamping keluarga, tim audit kasus stunting dan satgas percepatan penanggulangan stunting.
Baca Juga: Cegah Stunting, Paket Gizi Disalurkan untuk Tiga Kabupaten di DIY
"Intervensinya macam-macam, bisa sensitif yang 70 persen dan spesifik yang 30 persen misalnya pemberian makanan tambahan, tablet tambah darah dan pengobatan itu sensitif. Yang 70 persen ini lah dari pentahelix melibatkan perguruan tinggi lewat kajian dan lain sebagainya," kata Andi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement







