Advertisement
Pemberdayaan Masyarakat di Sleman Dinilai Mampu Turunkan Angka Kemiskinan
Kemiskinan - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Skema bantuan langsung dan bantuan pemberdayaan dinilai jadi penyebab turunnya angka kemiskinan di Sleman.
Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi menerangkan bila Dinsos memiliki database kemiskinan. Database kemiskinan ini disusun berdasarkan tahapan musyawarah di Padukuhan.
Advertisement
Data awal dari Dinsos selanjutnya dilihat tim Padukuhan akan dicocokkan. Mana saja warganya yang masih dalam kategori miskin atau berada dalam kategori mampu.
"Secara umum kemiskinan kita turun. Sekarang [2022] itu kita sudah 7,74 persen, dulu [2021] kan 8,64 persen," kata Mustadi dikutip pada Jumat (1/12/2023).
Baca Juga: Kemiskinan di DIY Berangsur-angsur Menurun, Ini Datanya
Menurutnya, tren penurunan angka kemiskinan di Sleman dapat dipicu adanya pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Tidak hanya diberi bantuan tunai ataupun non-tunai, para KPM diberi pendampingan agar berdaya dan mampu mentas dari kemiskinan.
"Jadi KPM kita itu dilatih, kemudian punya kegiatan ekonomi produktif. Kemudian kita juga berikan bantuan modalnya," ungkap Mustadi.
Mustadi menyontohkan setelah menggelar pelatihan boga, peserta pelatihan juga diberi suntikan bantuan untuk membeli alat keperluan masaknya. Sehingga tidak hanya mendapat materi dan praktik boga, stimulus usahanya pun diberikan untuk memberi alat.
Duet dua skema ini, skema bantuan langsung dan bantuan pemberdayaan dinilai memicu turunnya angka kemiskinan. Sehingga KPM tidak hanya dapat bantuan untuk mencukupi kebutuhan hariannya namun juga didorong utnuk berdaya lewat sejumlah dengan pemberdayaan.
Baca Juga: Angka Kemiskinan Bantul: Penduduk Miskin Turun 1.620 Orang di 2023
Di sisi lain skema ini turut terbantu lewat pemulihan ekonomi pasca pandemi. Mulai normalnya berbagai sektor ekonomi membuat peluang usaha meningkat juga membuka keran lowongan pekerjaan.
"UKM kita juga perkembangannya bagus. Saya kira itu setelah pandemi masyarakatnya semangat. Peluangnya sekarang sudah hampir kembali," tandasnya.
Pada Juli lalu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman menilai perhatian terhadap masyarakat miskin tidak dapat dilakukan hanya lewat bantuan yang bersifat materi saja. Pendampingan dan edukasi agar masyarakat miskin termotivasi untuk mandiri secara ekonomi juga perlu dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan.
Baca Juga: Sultan Targetkan Kemiskinan Ekstrem di DIY Tuntas di 2025
Apabila bentuk bantuan yang diberikan hanya berwujud bantuan sosial, dikhawatirkan hal ini akan membuat masyarakat ketergantungan tanpa upaya untuk mandiri. "Kalau bantuannya hanya bantuan sosial, masyarakat akan ketergantungan. Maka masyarakat miskin ini harus didampingi agar mandiri secara ekonomi, salah satunya melalui UMKM," tuturnya.
Danang berpandangan jika salah satu upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan memperbaiki mental dari masyarakat serta peran aktif dari pemerintah. Dia mengatakan pendampingan terhadap masyarakat miskin perlu dilakukan hingga mereka mampu mandiri secara ekonomi.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
4 Kasus Teror Hiu dalam 48 Jam di Australia, Warga Diminta Jauhi Laut
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- SPPG Berpeluang Jadi PPPK, DPRD DIY Minta Prioritas Guru Honorer
- Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru untuk 20 Januari 2026
- Update Jadwal KA Prameks Tugu Jogja-Kutoarjo 20 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda DIY Hari Ini, Selasa 20 Januari
- Update Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, 20 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



