Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Menlu RI Retno Marsudi didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan keterangan kepada wartawan seusai penyerahan sertifikat warisan budaya dunia Sumbu Filosofi oleh Unesco, Kamis (28/12/2023) (email)
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyerahkan sertifikat warisan budaya dunia Unesco kepada Pemda DIY, Kamis (28/12/2023).
Penyerahan sertifikat ini merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco pada September lalu.
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia harus tetap dijaga dan dilestarikan di masa depan. Dia menyebut, Kemenlu siap membantu Pemda DIY dalam menindaklanjuti dan melakukan diplomasi kepada Unesco untuk menjalankan rekomendasi.
"Karena salah satu diplomasi yang kita jalankan adalah diplomasi budaya, soft power dan kita terus bersama Pemda yang ingin memperjuangkan warisan budaya untuk diakui dunia," katanya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut, setelah penetapan warisan dunia Sumbu Filosofi Jogja dalam sidang World Heritage Center (WHC) ke 45, di Riyadh Saudi Arabia pada 18 September 2023 silam, Pemda DIY telah menindaklanjutinya dengan beberapa langkah strategis. Di antaranya, melaksanakan koordinasi, komunikasi, dan menjalin kerja sama dengan banyak pihak.
BACA JUGA: Selama Arus Mudik Natal 55 Ribu Kendaraan Lewati Jalan Tol Jogja-Solo
"Dari sisi regulasi, telah terbit pula Keputusan Gubernur DIY No. 360/KEP/2023, tentang Sekretariat Bersama Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi Yogyakarta. Keputusan Gubernur ini, digunakan sebagai fondasi untuk memastikan fungsi komunikasi dan banyak hal lainnya," kata Sultan.
Menurut Sultan, semua fungsi itu menjadi urgensi, karena atribut warisan dunia Sumbu Filosofi Jogja sangat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu adanya tekanan pembangunan, tekanan lingkungan, kesiapsiagaan bencana, isu pariwisata berkelanjutan, dan eksistensi sosial-budaya masyarakat sekitar.
Kepala Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY Dian Lakshmi Pratiwi menjelaskan, sertifikat yang diserahkan itu menjadi penanda bahwa Pemda DIY dituntut untuk menjalankan rekomendasi yang dibuat oleh Unesco. Menurutnya perjuangan dan kerja bersama untuk melaksanakan rekomendasi dimulai sejak sekarang sesuai dengan operasional guide line.
"Yang penting apapun yang kita lakukan terhadap Sumbu Filosofi ayahnya harus pada menguatkan nilai otentik universal value, kita kan dapat 2 kriteria yakni integritas dan otentitasnya. Kemudian juga harus mampu menyejahterakan warga. Ini yang sedang kita terjemahkan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.