Libur Kenaikan Yesus Kristus, 45.622 Penumpang Gunakan KA di Daop 6
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, JOGJA—Desa wisata di DIY hingga kini belum pulih seperti kondisi pra pandemi meski peristiwanya sudah terjadi beberapa tahun lalu.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto menjelaskan belum pulihnya desa wisata disebabkan karena pola wisatawan yang berubah menjadi berbasis pengalaman.
Sehingga ada tuntutan dari ekspektasi wisatawan yang menjadi cukup tinggi. Kondisi ini belum bisa dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) pengelola desa wisata.
BACA JUGA : Tahun 2024 Dispar Bantul Sasar Peningkatan Okupansi Homestay di Desa Wisata
"Sehingga masih banyak permasalahan internal desa wisata yang menyebabkan kurang maksimalnya produk dan pelayanan serta pemasaran desa wisata itu sendiri," paparnya, Jumat (12/01/2024).
Meski demikian ia berpandangan bahwa desa wisata dalam hal ini wisata dengan aktivitas pedesaan ke depan akan semakin diminati sebagai wisata alternatif. "Sarat akan edukasi dan eksperience based," katanya.
Dia bercerita pada September - November 2023 lalu GIPI DIY mendapatkan amanah dari Dinas Pariwisata (Dispar) DIY untuk mendampingi Desa Wisata Mandiri Krebet dan Wukirsari. Menurutnya metode yang digunakan GIPI DIY cukup berbeda dengan pendampingan yang selama ini dilakukan.
"Kami berikan pendampingan 8 kompetensi kebutuhan desa wisata agar lebih siap secara produk, SDM, dan pelayanan mendekati ekspektasi wisatawan, harapannya ini menjadi metode pendampingan kedepan untuk mengakselerasi perkembangan desa wisata kedepan," lanjutnya.
Ketua Forkom Desa Wisata DIY, Tri Harjono mengatakan meski secara umum belum pulih, tetapi ada beberapa desa wisata yang sudah bangkit lagi.
Tri menyebut upaya untuk mengenalkan dan mempromosikan produk wisatanya sudah dijalankan, baik itu dilakukan sendiri oleh masing-masaing pengelola ataupun dengan adanya fasilitasi pihak lain. Seperti dengan pemerintah hingga kampus melalui program Merdeka Belajar di desa-desa.
"Mereka juga melakukan pendampingan di media promosi. Seiring meningkatkannya pemanfaatan teknologi informasi melalui media sosial, maka kreativitas penyedia jasa, khususnya pengelola desa wisata sangat menentukan sekali," ucapnya.
Aspek digitalisasi juga menjadi poin penting. Oleh sebab itu, promosi menjadi sebuah keharusan untuk dijalankan secara serius dan bertanggung jawab.
BACA JUGA : Diluluhlantakkan Pandemi, Desa Wisata DIY Belum Juga Pulih
Akan tetapi ada beberapa catatan dalam aspek promosi yang masih perlu diatasi pengelola wisata desa. Seperti minimnya content/story yang dapat disampaikan secara menarik bagi calon wisatawan. Belum maksimalnya pengelolaan media sosial untuk promosi desa wisata.
Pemanfaatan digital baru untuk ranah promosi belum digunakan pengembangan produk. Kendala lain terkait dengan pembuatan video profil, video promosi, hingga pemanfaatan media sosial seperti Tiktok.
"Masih terbatasnya penguasaan untuk berjejaring dengan media platform seperti Atourin yang mampu melakukan promosi secara online," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
Jungkook BTS buka lowongan videografer dan editor untuk BTS WORLD TOUR ARIRANG. Simak kriteria dan peluang langka bergabung dengan tur dunia BTS di sini.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.