Advertisement
Tetap Waspada! Aktivitas Menurun, Suplai Magma Merapi Masih Terjadi
Ilustrasi aktivitas Merapi. - Ist BPPTKG
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas Gunung Merapi teramati lebih landai pada Senin (22/1/2024), dibanding sehari sebelumnya. Hingga pukul 12.00, tidak teramati adanya guguran lava atau awan panas dari Gunung Merapi.
Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso menjelaskan dari pengamatan periode 00.00 WIB-06.00 WIB dan 06.00 WIB-12.00 WIB, tidak terlihat adanya aktivitas guguran apapun. “Asap kawah nihil,” katanya.
Advertisement
Sementara pada Minggu (21/1/2024), selama 24 jam teramati total ada satu letusan dan empat awan panas guguran ke arah barat daya atau kali Bebeng dengan estimasi jarak luncur 2.000 meter. Pada kegempaan tercatat 178 gempa guguran, 13 gempa fase banyak, lima gempa vulkanik dangkal dan satu gempa letusan.
Berdasarkan pemangatan terakhir dari stasiun kamera Deles 5, Kaliurang, Ngepos dan Babadan 2, morfologi kubah barat daya berubah, sedangkan kubah tengah tetap. “Adapun volume kubah barat daya yakni sebesar 2.663.300 meter kubik dan kubah tengah 2.358.400 meter kubik,” kata dia.
BACA JUGA: Jangan Panik! BPPTKG Bagikan Tips Menghadapi Guyuran Hujan Abu Merapi
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. “Masyarakat agar tidak berkegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” paparnya.
Adapun daerah potensi bahaya yakni sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Status Gunung Merapi masih pada tingkat Siaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement






