Advertisement

BEDAH BUKU DPAD DIY: Kerek Minat Baca sekaligus Perluas Pengetahuan Warga

Media Digital
Selasa, 13 Februari 2024 - 06:17 WIB
Sunartono
BEDAH BUKU DPAD DIY: Kerek Minat Baca sekaligus Perluas Pengetahuan Warga Suasana bedah buku Pencegahan dan Serba-serbi Penyakit Generatif yang diinisiasi DPAD DIY pada Rabu (7/2). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.

Advertisement

JOGJA—Dinas Perpustakaan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggencarkan budaya literasi kepada masyarakat. Tidak hanya sekadar mengejar kenaikan tingkat literasi semata, DPAD DIY juga menggelar sejumlah kegiatan bedah buku yang bisa diimplementasikan oleh masyarakat.

Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Statis DPAD DIY, Rakhmat Sutopo menjelaskan kegiatan bedah buka yang diinisiasi DPAD DIY ini dilakukan di ratusan titik di wilayah DIY. Metodenya terbilang unik lantaran tidak mengundang masyarakat jauh-jauh ke kota untuk mengikuti acara bedah buku, melainkan menggelar kegiatan bedah buku ke sejumlah.

Advertisement

BACA JUGA : DPAD DIY Bawa Acara Bedah Buku Masuk ke Desa-Desa

Tak hanya membedah buku yang bisa meningkatkan potensi dan minat baca masyarakat, bedah buku yang diinisiasi DPAD DIY juga membahas isu maupun kondisi sosial yang dekat dengan masyarakat. Seperti halnya acara bedah buku yang digelar di Dusun Gesikan, Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean pada Rabu (7/2).

Acara bedah buku yang digelar membahas pencegahan dan serba-serbi penyakit generatif atau penyakit tidak menular. Isu ini dinilai penting sebagai bekal masyarakat untuk cara mencegah dan mengobati penyakit generatif. "Problem masyarakat itu banyak, sekarang yang paling terlihat salah satunya adalah masalah kesehatan," kata Sutopo.

Dibanding dengan generasi terdahulu, Sutopo melihat pola hidup maupun pola makanan generasi saat ini mengalami perubahan yang cukup jauh. Hal ini berpotensi menimbulkan berbagai jenis penyakit. "Selain membahas masalah ekonomi, kami juga membahas potensi wisata, kondisi masyarakat terutama berkaitan dengan penyakit. Hal ini penting supaya masyarakat bisa mendeteksi penyakit secara dini," katanya.

Bedah buku berjudul Pencegahan dan Serba-serbi Penyakit Generatif ini tidak hanya menjadi media peningkatan literasi masyarakat, namun juga dapat menjadi bekal edukasi masyarakat pada bidang kesehatan. Buku yang diberikan kepada peserta selanjutnya bisa dijadikan pegangan atau handbook yang kredibel bagi masyarakat.

Anggota DPRD DIY, Sofyan Setyo Darmawan berpandangan acara bedah buku semacam ini bisa meningkatkan minat baca masyarakat. Buku, menurut Sofyan, merupakan jendela pengetahuan. "Kegiatan ini sangat positif karena bisa kembali mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi baca. Kalau yang biasanya baca WhatsApp, sekarang baca buku," katanya.

Perihal buku yang dibedah, penyakit generatif atau penyakit tidak menular, menurut Sofyan, jumlahnya cukup banyak DIY. Oleh karena itu, bedah buku ini diharapkan bisa mengurangi atau mencegah hal itu. "Agar tingkat kesehatan masyarakat meningkat," katanya. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenkum HAM Angkat Bicara Terkait Rencana KUA Layani Semua Agama

News
| Sabtu, 02 Maret 2024, 12:17 WIB

Advertisement

alt

Kegiatan Spiritual dan Keagamaan Jadi Daya Tarik Wisata di Candi Prambanan

Wisata
| Kamis, 29 Februari 2024, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement