Advertisement
Angin Puting Beliung dan Tornado Punya Beda Kentara Dalam Skala Kekuatan

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Kejadian angin kencang yang terjadi di Jawa Barat dikaitkan dengan fenomena tornado yang pertama kali terjadi di Indonesia.
Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta, Warjono menjelaskan potensi tornado tidak ada di Indonesia. Secara esensial, dia menyebut jika puting beliung dan tornado memang merujuk pada fenomena alam yang memiliki beberapa kemiripan visual. Yakni pusaran angin yang kuat, berbahaya dan berpotensi merusak. "Istilah tornado biasa dipakai di wilayah Amerika dan ketika intensitasnya meningkat lebih dahsyat dengan kecepatan angin hingga ratusan kilometer per jam dengan dimensi yang sangat besar hingga puluhan kilometer maka dapat menimbulkan kerusakan yang luar biasa," jelas Warjono pada Jumat (23/2/2024).
Advertisement
Sementara itu di Indonesia, fenomena tersebut diberi istilah puting beliung dengan karakteristik kecepatan angin dan dampak yang relatif tidak sekuat tornado besar yang terjadi di wilayah Amerika. Perbedaan antara puting beliung, typhoon dan tornado hanya terletak pada wilayah dan kekuatan dari fenomena tersebut
Skala kekuatan untuk typhoon dan tornado lebih besar daripada puting beliung yang terjadi di Indonesia. Skala fujita pada fenomena terjadinya tornado, biasanya dipakai untuk menentukan tingkat kekuatan dari tornado tersebut.
"Mulai dari F1-F5 dimana setiap peningkatan skala maka dampak yang ditimbulkan akan semakin parah. Sedangkan untuk kejadian puting beliung yang biasanya terjadi di Indonesia hanya sampai skala F0-F1 yang berkisar antara 117 – 180 km per jam," terangnya.
Baca Juga
Kenali Perbedaan Puting Beliung dan Tornado
Meski Porak-poranda akibat 'Tornado', Tak Ada Korban Jiwa di Rancaekek-Jatinangor
Kerap Terjadi saat Masa Pancaroba, Berikut Penyebab dan Tanda-Tanda Terjadinya Hujan Es
Puting beliung merupakan angin kencang yang berputar yang keluar dari awan Cumulonimbus (Cb) dengan kecepatan lebih dari 34,8 knots atau 64,4 km per jam dan terjadi dalam waktu singkat. Fenomena puting beliung sering terjadi di Indonesia pada musim transisi atau musim hujan yang disebabkan oleh adanya awan Cumulonimbus.
Angin puting beliung lanjut Warjono termasuk gangguan cuaca berskala lokal yang acap kali terjadi pada siang atau sore hari di musim transisi atau musim penghujan. Durasinya singkat namun bersifat merusak wilayah yang dilewatinya.
"Puting beliung secara visual merupakan fenomena angin kencang yang bentuknya berputar kencang menyerupai belalai dan biasanya dapat menimbulkan kerusakan di sekitar lokasi kejadian," tandasnya.
Lebih lanjut Warjono menegaskan bila angin puting beliung terbentuk dari sistem awan Cumulonimbus (CB) yang memiliki karakteristik menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem. Meskipun begitu tidak setiap kejadian awan CB dapat terjadi fenomena puting beliung.
"Itu tergantung bagaimana kondisi labilitas atmosfernya. Kejadian angin puting beliung dapat terjadi dalam periode waktu yang singkat dengan durasi kejadian umumnya kurang dari 10 menit," jelasnya.
Meski tingkat kekuatannya tak sekuat typhoon dan tornado, masyarakat harus melakukan sejumlah langkah penyelamatan jika terjadi angin puting beliung. Jika berada didalam ruangan, warga diminta Warjono untuk mengunci semua pintu dan jendela rumah dengan rapat. Masyarakat juga diminta Warjono untuk mematikan seluruh aliran listrik di dalam rumah. "Cari tempat aman untuk berlindung dan jangan berada di dekat jendela atau pintu," tegasnya.
"Jika berada diluar ruangan, jauhi tiang listrik, papan reklame atau bangunan tinggi lain. Hindari area yang berpotensi ambruk seperti jembatan atau pohon tinggi dan segera cari tempat aman kemudian duduk berlutut serta lindungi area kepala," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Korban Gempa di Myanmar Terperangkap Enam Hari, Diselamatkan Tim SAR Malaysia
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sempat Jadi Pintu Masuk, Exit Tol Tamanmartani Dialihkan Jadi Pintu Keluar Kembali
- Ribuan Orang Padati Pantai Parangtritis, Mayoritas Rombongan Keluarga
- Dishub Kota Jogja Pasang APILL Portable, Ini Lokasinya
- Setelah Lebaran, Mobilitas Warga DIY untuk Silaturahmi
- Mau ke Malioboro? Parkir di Gor Amongraga, Ada Shuttle Bus Siap Mengantar
Advertisement
Advertisement