Libur Panjang Dongkrak Wisata Sleman, Merapi-Prambanan Jadi Primadona
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Suasana wisuda di Universitas Widya Mataram pada Sabtu (24/2/2024).- Harian Jogja/Catur Dwi Janati
SLEMAN—Ratusan mahasiswa program sarjana dan pasca sarjana Universitas Widya Mataram (UWM) berhasil diwisuda awal tahun ini. Mengusung nilai-nilai Kemataraman, UWM kembali menghadirkan Bregada Kraton Jogja dalam prosesi wisuda yang menjadi penanda kebangkitan tradisi dan budaya Jogja pasca Covid-19.
Sebagai kampus berbasis budaya, UWM selalu mengedepankan nilai-nilai luhur Jogja dalam setiap kegiatannya. Penggunaan Bregada Kraton Jogja dalam wisuda merupakan simbol komitmen UWM untuk melestarikan budaya dan tradisi Jogja
"Kami tetap ingin berkomitmen sebagai kampus berbasis budaya untuk melestarikan budaya-budaya yang agung dan adiluhung utamanya dari Jogja ini," Rektor Universitas Widya Mataram, Prof. Edy Suandi Hamid di Kampus Terpadu UWM Gamping, Sleman, Sabtu (24/2/2024).
Edy menambahkan visi pendiri UWM, Sri Sultan Hamengku Buwono IX harus ditekankan kembali sebagai landasan moralitas institusi. Pendirian kampus UWM bukan sekadar penambahan perguruan tinggi di Jogja, tetapi sebuah alternatif yang berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan.
"IPK itu penting sebagai simbol knowledge yang saudara kuasai. Tapi yang lebih lagi penting tadi karakter, moral, kemampuan beradaptasi," terangnya.
UWM merayakan tonggak sejarah baru dalam acara Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Ke-64 dan Pasca Sarjana Ke-1. Momentum kali ini dipenuhi dengan keistimewaan dengan diwisudanya para wisudawan dan wisudawati jenjang S2 program Pasca Sarjana, khususnya dalam konsentrasi Magister Hukum Keistimewaan DIY.
"Wisuda kali ini punya arti yang khusus karena setelah usia hampir 42 tahun akhirnya Universitas Widya Mataram bisa meluluskan program Pasca Sarjana untuk pertama kalinya," ungkapnya.
BACA JUGA: Hujan Deras Sabtu Petang di DIY, Pohon Tumbang dan Rumah Rusak di 31 Titik
Konsentrasi Magister Hukum Keistimewaan DIY ini menjadi satu-satunya yang ada di Indonesia. Konsentrasi ini menghadirkan keunikan dalam fokusnya pada kajian keistimewaan dan budaya DIY.
"Universitas Widya Mataram akhirnya bisa meluluskan delapan orang wisudawan/wisudawati dari S2 ilmu hukum," ungkapnya.
Di tengah surplus bonus demografi di Indonesia, UWM lanjut Edy bertekad untuk bersinergi dalam membentuk lulusan yang tidak hanya berinovasi, kreatif, dan adaptif, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap perkembangan globalisasi. Wisuda kali ini menjadi momentum berharga bagi para lulusan untuk membawa bekal ilmu pengetahuan dan soft skill yang dapat merespons dengan cemerlang tantangan arus bonus demografi yang semakin deras.
"Persaingan itu begitu ketat, kalau kita hanya puas dengan ijazah yang dimiliki, maka selesai. Tidak akan mungkin saudara mampu berkompetisi di tengah perubahan yang dinamis tetapi saudara tidak mengikuti perubahan itu," katanya.
Di awal tahun ini UWM berhasil mewisuda 269 wisudawan/wisudawati jenjang S-1 dan 8 orang jenjang S-2. Dari total 277 wisudawan/wisudawati tersebut, 96 wisudawan atau 34,65 persen di antaranya memperoleh predikat cumlaude. Dengan wisuda kali ini, jumlah lulusan UWM hingga saat ini telah mencapai 9.756 orang.
Perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDIKTI V), Tego Sudarto menuturkan pendidikan dan kebudayaan menjadi dua aspek yang tidak bisa dipisahkan. Sementara UWM memiliki motto Universitas Berbasis Budaya, yang mana penanaman nilai-nilai kewidya-mataraman berbasis budaya, berbasis nilai, etika, norma maupun tatanan masyarakat bisa diselaraskan dengan pendidikan yang ada.
Harapan Tego, lulusan UWM memiliki bekal kompeten di bidang ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan nilai-nilai adiluhung budaya bangsa, khususnya yang ada di DIY.
"Dari 277 wisudawan, 96 wisudawan meriah predikat cumlaude dengan pujian. Ini akan membawa suatu semangat yang lebih kepada wisudawan tentunya dengan nilai-nilai kewidya-mataraman yang berbasis budaya," tegasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.