Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Penjabat Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti (paling kanan) menunjukan telur yang termasuk komoditas dalam bansos pangan Pemkab Kulonprogo, pada Rabu (28/2/2024).
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 4.400 keluarga di Bumi Binangun memperoleh bantuan pangan nontunai (BNPT) pada Rabu (28/2/2024). Penyaluran BNPT tersebut melalui 24 e-Waroeng yang tersebar di seluruh penjuru Kulonprogo.
Bansos pangan tersebut meliputi beras, telur, sayur-mayur, hingga ikan lele. Semua komoditas pangan yang disalurkan itu berasal dari Bumi Binangun sendiri.
Anggaran bansos pangan itu dari APBD Kulonprogo 2024, total sekitar Rp1,4 miliar. Komoditas lokal yang digunakan untuk bansos pangan bertujuan agar perkembangan ekonomi di Bumi Biangun terus berkembang.
"Ini bagian dari upaya struktural mengentaskan kemiskinan di Kulonprogo, karena cukup berbeda dengan daerah lain, kami menggunakan bahan-bahan lokal. Penggunaan bahan pangan lokal ini untuk menggembangkan produksi dan menguntungkan Kulonprogo sendiri," jelas Penjabat Bupati Kulonprogo Ni Made Dwipanti Indrayanti pada Rabu siang.
Baca Juga
Asyik...Bantuan Pangan Non-tunai Naik Rp50.000, Ini Menunya
7.681 Keluarga di Magelang Terima Bantuan Pangan Non Tunai
Duh, Bansos untuk Ribuan Warga Gunungkidul Urung Diberikan, Ini Penyebabnya...
Ni Made meresmikan langsung penyaluran tersebut di Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah. "Pengerjaan bansos ini sehingga tidak hanya dilakukan Dinsos-P3A (Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) sendiri, tapi melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, bahkan Dinas Kelautan dan Perikanan karena menyediakan ikan lele," ujarnya.
Kerja lintas sektor dari program bansos pangan itu, menurut Ni Made, wujud tanggung jawab bersama mengentaskan kemiskinan. "Karena pengentasan kemiskinan ini masalah multisektor sehingga harus dikerjakan bersama," ungkapnya.
Kepala Dinsos-P3A Kulonprogo, L. Bowo Pristianto menjelaskan kerja sama antar sektor tersebut sudah dilakukan sejak awal perumusan BNPT itu. "Sejak perumusan awal kami saling berkoordinasi sehingga bisa diwujudkan bersama, Dinsos-P3A juga mengadakan kerja sama resmi dengan dinas-dinas terkait yang terlibat dalam penyedian bahan pangan ini," terangnya.
Bowo menjelaskan masing-masing penerima bansos mendapat Rp200.000 dalam bentuk pangan selama sebulan. "Bansos tersebut ditukarkan di e-Wareong yang sistemnya sudah digital dengan melibatkan Bank BPD DIY," tuturnya.
Penyaluran BNPT itu, lanjut Bowo, disalurkan selama dua bulan sekali. "Kami berharap penerima manfaat dapat benar-benar memanfaatkan program ini, terutama meningkatkan gizi rumah tangganya dan mengurangi beban perekonomiannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.