Warga Ngampilan Kota Jogja Belajar Cegah Kebakaran dan Praktik Padamkan Api
Warga Kampung Ngadiwinatan, Ngampilan, mendapat edukasi pencegahan kebakaran rumah tangga dan praktik pemadaman api bersama Damkarmat Jogja.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (keempat kiri) dalam peletakan batu pertama di ITF Bawuran, Kamis (7/3/2024)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menyelenggarakan peletakan batu pertama atau ground breaking Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran di Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret, Kamis (7/3/2024). Pembangunan ITF Bawuran ditargetkan akan rampung pada April 2024 dan akan mengolah sampah 70 ton per hari.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan kapasitas pengolahan sampah di ITF Bawuran dapat mengolah sampah hingga 70 ton sampah per hari. Dari pengolahan sampah tersebut, diperkirakan sekitar 30 persennya menghasilkan sampah high value yang dapat diolah menjadi produk lainnya.
Menurut Halim, sisa pengolahan sampah tersebut berupa sampah yang low value atau sudah tidak dapat diolah menjadi produk turunan, maka akan dimusnahkan dengan incinerator.
Sementara menurut Halim, sampah anorganik akan didaur ulang menjadi panel papan untuk bahan baku furnitur, pipa PVC, bahkan beberapa sampah diubah menjadi barang upcycle. Sementara hasil olahan sampah refuse derived fuel (RDF) akan digunakan sebagai bahan bakar industri semen di Cilacap.
“Hasil pengolahan sampah di Bantul akan beragam. Kami masih merancang bagaimana dari hasil produksi sampah ini menjadi listrik, kami tunggu sama [PD] Aneka Dharma tahap demi tahap menuju ke sana,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurut Halim, Pemkab Bantul menargetkan Bantul bersih sampah pada 2025. Pembangunan ITF Bawuran dan beberapa TPST lainnya dilakukan sebagai upaya Pemkab Bantul mengolah sampahnya secara mandiri.
“Bantul akan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, Bantul bisa menyelesaikan, mengolah sendiri sampah yang dihasilkan di Bantul, bahkan mengolahnya menjadi sumber daya ekonomi baru yang bernilai tinggi dari sampah organik bisa ditransformasi menjadi kompos, maggot dan beberapa produk lainnya,” ujarnya.
Sementara menurutnya Pemkab Bantul pun menggencarkan pengolahan sampah di setiap kalurahan dengan menggandeng Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di beberapa kalurahan.
BACA JUGA: ITF Pasar Niten Beroperasi, Mampu Kelola Sampah Pasar Rakyat hingga 5 Ton per Hari
“Pemerintah memfasilitasi [pengolahan sampah di kalurahan], memunculkan kemandirian pengelolaan sampah di level kalurahan, ini kapasitasnya 5-10 ton [pengolahan sampah di TPS3R],” katanya.
Sementara Direktur Utama (Dirut) PD Aneka Dharma, Yuli Budi Sasangka menyampaikan pengolahan sampah di ITF Bawuran telah mengantongi sertifikat lolos uji emisi.
‘ITF Pusat Karbonasi Bawuran CV Surya Agung Enterprise dengan teknologi modern dan telah mendapatkan sertifikat lulus uji emisi, sehingga tidak menimbulkan asap hitam lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kampung Ngadiwinatan, Ngampilan, mendapat edukasi pencegahan kebakaran rumah tangga dan praktik pemadaman api bersama Damkarmat Jogja.
Kementan memitigasi kekeringan di 30.000 hektare lahan melalui perbaikan irigasi, benih tahan kering, dan teknologi PM-AAS.
Pariwisata premium Yogyakarta kian berkembang melalui pengalaman menginap, kuliner, dan konten keluarga Marvelvino. Simak peluang dan tantangan promosi wisata
Ketua DPRD DIY Nuryadi menekankan kejujuran dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK, disertai peningkatan kualitas pelayanan dan transparansi.
IHSG anjlok 630 poin pada sesi I, Jumat (16/10/2026), dengan saham BBCA, BBRI, BMRI dan emiten tambang melemah di tengah wacana MSCI.
MSCI mengkaji status pasar saham Indonesia melalui enam poin utama, mulai dari transparansi free float hingga penegakan hukum dan tata kelola.