Advertisement
Poklahsar di Kulonprogo Produksi Cilok Lele, Bakso Tuna hingga Donat Lele
Produk olahan perikanan yang dihasilkan Poklahsar di Kulonprogo saat dipasarkan di pameran yang diselenggarakanDinas Kelautan dan Perikanan. Dok Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Program Gerbang Segoro terus membentuk dan meningkatkan kelompok pengolahan dan pemasaran (Poklahsar) produk perikanan. Hal itu dilakukan untuk memberikan nilai tambah ekonomi produk perikanan di Kulonprogo.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Ghufron Said Priyono menjelaskan instansinya memiliki target setiap tahunnya membentuk enam Poklahsar. Tak hanya membentuk tapi juga mendampingi, memfasilitasi, serta memberikan bantuan kepada Poklahsar yang ada.
Advertisement
"Produk dari Poklahsar ini sudah sangat beragam, menarik, dan bernilai ekonomi tinggi. Misalnya ada produk cilok lele, donat lele, keripik tulang lele, donat lele, bakso tuna, dan produk kuliner lainnya," katanya, Rabu (3/7/2024).
Program Gerbang Segoro yang dananya berasal dari Dana Keistimewaan (Danais), jelas Ghufron, setiap tahun membentuk enam Poklahsar baru. Pada 2023 lalu dibentuk Poklahsar Berkah Mandiri, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates; Poklahsar Jaya Bersama, Kalurahan Nomporejo, Kapanewon Galur; serta Poklahsar Keluarga Sakinah, Kalurahan Banjaroyo, Kalibawang mendapat bantuan sarana prasarana pengolahan perikanan.
Poklahsar lain yang mendapat bantuan peralatan pengolahan ikan juga diterima Poklahsar Kencana Sari Food, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan; Poklahsar Srikandi Mandiri, Kalurahan Kepek, Kapanewon Pengasih, dan Poklahsar Wader, Kalurahan Wahyuharjo, Kapanewon Lendah. "Pada 2024 ini juga sudah kami susun enam Poklahsar baru untuk mendapat bantuan peralatan dari Danais tersebut," ungkap Ghufron.
Ghufron menerangkan DKP Kulonprogo membebaskan Poklahsar untuk kreatif dan inovatif dalam mengelola produk perikanan dengan catatan nilai tambahnya cukup potensial, bahan baku utama tersedia dengan baik, dan pemasaran yang direncanakan mungkin dilakukan. "Tiap Poklahsar minimal 10 orang anggota, tujuannya mensejahterakan anggota yang ada," katanya.
Upaya peningkatan nilai tambah ekonomi produk perikanan di Kulonprogo, jelas Ghufron, sudah dilakukan sebelum program Gerbang Segoro melalui kelompok usaha dagang (KUD) hingga unit pengolahan ikan (UPI). "Tapi memang lebih maksimal saat Poklahsar karena dapat dukungan Danais, kami harap program ini dapat terus dilanjutkan karena terbukti meningkatkan nilai tambah dan menguatkan ekonomi perikanan Kulonprogo," tandasnya.
Sementara itu Kepala DKP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo menjelaskan program Gerbang Segoro jadi salah satu terobosan dinasnya untuk meningkatkan kesejahteraan dari sektor kelautan dan perikanan di Bumi Binangun. Program ini pertama kali dimulai pada 2022 lalu melalui Instruksi Bupati No.12/2022 .
Trenggono menerangkan program Gerbang Segoro sebagai upaya memajukan kebudayaan bahari di Bumi Mataram. "Termasuk Poklahsar ini bagian dari memajukan budaya mengelola hasil ikan, dimana dibantu antara lain baskom, panci, wajan, kompor, presto, oven, hingga mesin penggilingan, harapan kami dimanfaatkan dengan baik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement






