Advertisement

BEDAH BUKU: Dongkrak Pemasaran UMKM Melalui Medsos

Andreas Yuda Pramono
Selasa, 09 Juli 2024 - 22:07 WIB
Maya Herawati
BEDAH BUKU: Dongkrak Pemasaran UMKM Melalui Medsos Bedah buku berjudul Nutrisi Penting Cegah Stunting di Balai Pedukuhan Kedungpoh Lor, Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Selasa, (9/7/2024). - Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

Advertisement

GUNUNGKIDUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY berkolaborasi dengan Komisi D DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Pemasaran UMKM Melalui Media Sosial di Graha Insan Mulia, Kalurahan Kepek, Wonosari, Selasa, (9/7/2024).

Sekretaris Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan peran media sosial (medsos) semakin signifikan seiring perkembangan zaman.

Advertisement

“Peran media sosial semakin signifikan dalam berkontribusi untuk mengembangkan, menumbuhkan, dan mengeksiskan UMKM,” kata Imam ditemui di Graha Insan Mulia, Selasa.

Hanya, kata dia, pelaku UMKM perlu mempelajari karakteristik media sosial dan memanfaatkannya untuk mendistribusikan dan menjual produk UMKM. Pelaku perlu belajar secara cermat dan mendalam agar dapat membuka pintu pasar seluas-luasnya.

Selain dari sisi pelaku, Pemda DIY juga memiliki kebijakan untuk memudahkan pelaku UMKM memasarkan produk mereka. Salah satu kebijakannya adalah memfasilitasi pengiriman produk ke pelanggan melalui aplikasi SiBakul secara gratis. Dengan begitu, biaya operasional dapat berkurang.

“Kalau bedah buku hari ini [kemarin], kami lebih mengarah kepada penyadaran peserta yang punya background usaha. Biar sadar dulu kalau ada potensi pasar luas. Mereka bisa memperluas pasar mereka,” katanya.

Praktisi usaha, Noferiyatno, mengatakan masyarakat berinteraksi dengan media sosial hampir setiap hari. Sebab itu, pasar digital selalu berada di genggaman masyarakat.

“Kalau melihat data BPS, 50 persen penduduk Gunungkidul sudah melek teknologi. Memang belum 100 persen, tetapi potensi ini tergolong besar. Sayang kalau tidak dimanfaatkan,” kata Noferiyatno.

Media sosial yang sedang naik daun dan sering digunakan untuk memasarkan produk adalah Tiktok. Ke depan, media sosial dengan fitur snap video akan semakin diminati masyarakat dalam mencari informasi apapun termasuk produk UMKM.

Ihwal kendala dalam berbisnis yang dihadapi pelaku UMKM utamanya yang baru memulai di usia 40 tahun ke atas adalah ketakutan. Mereka merasa sudah tertinggal, sehingga tidak mau belajar. “Ada mental block,” katanya.

BACA JUGA: Gerindra Kota Jogja Belum Dapat Rekomendasi Bakal Calon Wali Kota

Dia menyarankan untuk memulai dengan membaca referensi seperti melalui buku Pemasaran UMKM Melalui Media Sosial.

Buku ini, katanya memang memuat lebih banyak teori, tetapi penting untuk membuka wawasan bahwa memasarkan produk tidak melulu offline atau luring.

Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Hardi Nugroho, mengatakan bedah buku ini dapat meningkatkan minat baca. Indeks minat baca dapat dilihat dari akses masyarakat terhadap ruang baca dan buku itu sendiri. Sebab itu, DPAD DIY terus memberi fasilitas bedah buku.

“Untuk membangun masyarakat yang literate itu kan bersama-sama. Mencetak buku ini juga kami fasilitasi. Intinya kami mencoba mengajak, mengingatkan, dan memengaruhi sehingga gairah baca seseorang jadi kebiasaan atau budaya yang lebih baik di masyarakat,” kata Hardi. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

PDIP Sebut PKS Bermain Aman dengan Mengusung Khofifah-Emil di Pilkada 2024

News
| Jum'at, 19 Juli 2024, 08:57 WIB

Advertisement

alt

Ini Dia Surganya Solo Traveler di Asia Tenggara

Wisata
| Kamis, 18 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement