Razia Gabungan di Lapas Narkotika Jogja, 50 Warga Binaan Langsung Jalani Tes Urine
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI ke Polda DIY pada Senin (29/7/2024) di Marriott Hotel Yogyakarta./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Isu mafia tanah menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan antara Komisi III DPR dengan Polda DIY.
Wilayah DIY yang terus berkembang diduga disalahgunakan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan di sektor pertanahan.
Selain masalah keamanan dan ketertiban, Anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto menjelaskan reses kali ini turut membahas praktik-praktik mafia tanah yang ada di DIY. Permasalahan mafia tanah menjadi perhatian khususnya bagi para pemangku kepentingan.
BACA JUGA: Terlibat Mafia Tanah Kas Desa, Lurah Caturtunggal Agus Santoso Segera Dipecat
Mengenai masalah mafia tanah, Polisi disebut Wihadi akan melakukan penyelidikan secara profesional. Dari pandangan Wihadi DIY menjadi wilayah yang rawan akan praktik mafia tanah. "Kita melihat DIY ini sangat rawan terhadap mafia tanah," tegas Wihadi dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi III DPR RI dengan Polda DIY, Senin (29/7/2024) di Marriott Hotel Yogyakarta.
Meski memiliki wilayah yang tidak terlalu besar, permasalahan mafia tanah justru muncul di DIY. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan perekonomian DIY yang membutuhkan lahan, di mana celah itu lalu diambil oleh mafia tanah.
"Daerah yang tidak terlalu besar, tapi melihat dari pertumbuhan perkonomian DIY yang mungkin akan terus berkembang sehingga dibutuhkan tanah-tanah, di situlah permainan mafia tanah itu," tegasnya.
Bagi Wihadi, penanganan mafia tanah menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi semua pihak. Pemberantasan mafia tanah lanjut Wihadi membutuhkan penanganan secara profesional.
"Saya kira ini merupakan PR kita bersama dan dari Polda, pak Kapolda juga siap untuk melaksanakan secara profesional pemberantasan mafia tanah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.