AFJ Ajak Peternak Gunungkidul Terapkan Kandang Bebas Sangkar
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Anggota Aliansi Bong Suwung, Anna Mariana, memberi keterangan kepada media dalam pers konferens di kantor PKBI DIY, Jumat (4/10/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sterilisasi kawasan Bong Suwung oleh PT KAI menyebabkan beberapa penghuni Bong Suwung termasuk anak-anak kehilangan tempat tinggal. Beberapa anak dikabarkan kini masuk panti asuhan dan bahkan sampai ada yang tidur di becak.
Salah satu warga Bong Suwung, Damar, menceritakan dirinya baru saja mengantarkan anak-anak ke panti asuhan di wilayah Kotagede. “Menitipkan di sebuah yayasan di Kotagede ada tiga orang. Orang tuanya enggak mampu,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY, Jumat (4/10/2024).
Selain tiga anak tersebut, satu anak lagi yang dimasukkan panti asuhan di wilayah Gowongan. Sedangkan satu anak tidur di becak bersama bapaknya. “Satu anak tidur di becak depan Hotel POP. Ibunya di Parangkusumo, pekerja seks,” katanya.
Kantor PKBI menyediakan selter yang digunakan untuk penampungan sementara warga Bong Suwung yang belum memiliki tempat tujuan pindah. Saat ini di tempat tersebut ada sembilan orang dengan rincian lima perempuan, tiga laki-laki dan satu anak-anak.
Tak hanya kehilangan tempat tinggal, korban penggusuran ini juga kehilangan pekerjaannya. Salah satu pekerja seks yang ditampung di PKBI mengaku karena tidak memiliki uang, terpaksa anaknya tidak diberangkatkan sekolah. “Anak enggak sekolah karema saya enggak bisa kasih ongkos. Dari sini jauh sekali,” ujar dia.
Anggota Aliansi Bong Suwung, Anna Mariana, menuturkan korban penggusuran Bong Suwung totalnya ada 226 orang termasuk 80 pekerja seks dan 38 anak-anak. Adapun uang kompensasi dari PT KAI hanya diberikan kepada 164 warga yang memang tinggal di Bong Suwung.
Uang kompensasi sebesar Rp200.000 per meter dan ganti bongkar Rp500.000. Warga yang mendapat uang ini beberapa memilih untuk mengekos walau hanya bisa untuk satu bulan. “Ada yang sewa kos hanya cukup 1 bulan dari uang ganti pembongkaran,” katanya.
BACA JUGA: Warga Sepakati Kosongkan Kawasan Bong Suwung, Mulai Cicil Angkut Barang
Dia menyayangkan tidak ada bantuan sama sekali dari pemerintah, baik Pemkot Jogja maupun Pemda DIY. “Tidak ada pernyataan apapun dari Pemkot dan Pemda untuk penanganan penggusuran Bong Suwung. Sampai saat ini kami belum dapat tanggung jawab pemerintah secara materiel,” ungkapnya.
Sebelumnya, EVP Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo menuturkan sterilisasi area Bong Suwung ini merupakan komitmen KAI Daop 6 terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Tak hanya keselamatan penumpang maupun awak kereta, tapi juga keselamatan penghuni Bong Suwung. Menurut Bambang, kawasan itu sangat rawan kecelakaan mengingat frekuensi dan kecepatan kereta api semakin bertambah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Kulonprogo menjadi tuan rumah Kejurda III NPCI DIY 2026 yang diikuti 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten dan kota di DIY.
Putra petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar, menjadi lulusan terbaik IPDN 2026 dan menerima penyematan pangkat langsung dari Presiden Prabowo.
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
John Herdman menyebut laga Indonesia melawan Vietnam menjadi peluang besar untuk menguasai Grup A Piala AFF 2026 dan membuka jalan ke semifinal.
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.