GSI SMP Sleman 2026 Jadi Ajang Cari Bibit Pesepak Bola untuk DIY
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
Foto ilustrasi. Kondisi Pantai Depok, Bantul setelah diterjang abrasi.-Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meminta warga yang mempunyai bangunan di sepanjang Pantai Selatan Bantul untuk membongkar dan memundurkan bangunan itu 100 meter. Permintaan ini merespons ancaman abrasi yang setiap tahun selalu menggerus wilayah itu.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan abrasi yang terjadi di Pantai Selatan Bantul beberapa waktu lalu dan menghantam sejumlah bangunan warga. Kejadian itu, kata dia akan terus terjadi setiap tahun.
"Itu bukan kejadian yang pertama kali, karena abrasi di wilayah pantai selatan memang terjadi hampir setiap tahun," ujar Noviar, Sabtu (4/10/2024).
Noviar menjelaskan, abrasi di kawasan Pantai Depok dan sekitarnya memang menjadi masalah serius. Setiap tahun, garis pantai terus mundur akibat terjangan gelombang laut yang semakin kuat. Kondisi ini diperparah dengan tingginya curah hujan yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut.
"Daerah Srandakan hingga Pantai Baru Goa Cemara mengalami abrasi yang lebih parah. Setiap tahun, garis pantai di wilayah tersebut mundur 2-2,5 meter. Namun, daerah yang didominasi karang seperti Gunungkidul relatif lebih aman dari ancaman abrasi," katanya.
Noviar mengungkapkan, gelombang tinggi di Pantai Depok sering terjadi, terutama saat musim penghujan. "Kami selalu mendapatkan informasi terkini mengenai potensi gelombang tinggi dari BMKG. Warga diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang," katanya.
Meskipun sudah sering kali memberikan imbauan agar warga tidak membangun bangunan di sepanjang pantai, tetapi pihaknya masih menemui banyak yang mengabaikan peringatan tersebut.
BACA JUGA: Memberantas Peredaran Minuman Keras, Polres Bantul Memaksimalkan Tim Khusus
"Pada 2016 dan 2020, Gubernur DIY pernah mengunjungi lokasi itu dan memerintahkan agar bangunan-bangunan yang terlalu dekat dengan bibir pantai dibongkar," ungkap Noviar.
Menurut peraturan yang ada, bangunan harus dibangun minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi. Namun, masih banyak bangunan yang melanggar aturan tersebut. Noviar berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan.
"Kami mengimbau agar masyarakat tidak membangun bangunan di sepanjang pantai. Selain itu, kami juga meminta masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana, terutama saat musim penghujan," katanya.
Diberitakan sebelumnya sebanyak lima rumah makan di Pantai Depok, Bantul terkena abrasi, akibat gelombang pasang yang terjadi pada Kamis (3/10/2024).
Alhasil, lima rumah makan tersebut mengalami kerusakan pada atap dan tembok yang rusak karena diterjang gelombang pasang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.
PMI Sleman berhasil menghimpun Rp1,3 miliar dari Bulan Dana 2026 untuk layanan kesehatan dan kemanusiaan.
Gempa magnitudo 6,4 mengguncang Okinawa Jepang, tidak berpotensi tsunami. Simak data lengkap dan perkembangan terbarunya.
Menandai perjalanan satu dekade di Yogyakarta, GAIA Cosmo Hotel sukses menggelar puncak perayaan hari jadinya yang ke-10 pada 26 Juni 2026
Penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Jogja melonjak 40 persen saat libur sekolah, capai 63 ribu orang.
Laptop kini bukan lagi barang mewah yang hanya dimiliki segelintir orang. Perangkat tersebut telah menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pelajar.