Pelintasan Liar Jalur KA di Jogja Masih Tersisa 14 Titik
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Ilustrasi gedung sekolah rusak - JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul mencatat masih ada puluhan sekolah yang butuh rehabilitasi atau perbaikan. Rata-rata gedung sekolah tersebut mengalami kerusakan di bagian atap dan dibangun seusai gempa 2006 silam. Adapun pembangunan gedung sekolah pada 2025 mendatang akan ditangani langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum .
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto menyatakan masih ada puluhan sekolah yang butuh penanganan di Bantul. Sekolah-sekolah tersebut mengalami kerusakan di atap dan plafon. Menurut Nugroho, gedung sekolah-sekolah tersebut sudah termakan usia, sehingga sudah saatnya mendapat penanganan.
Puluhan gedung sekolah yang ada di Bantul dibangun tahun 2007 atau pasca gempa 2006. Sehingga kondisi gedung bangunan sebagian telah rusak. "[Gedung sekolah yang rusak] merata tersebar di 17 kapanewon," ujarnya, Kamis (26/12/2024).
Nugroho menilai dengan kondisi tersebut, sekolah tersebut perlu segera mendapat penanganan. Karena untuk menunjang pembelajaran, sehingga murid dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman.
Kepala Bidang PAUD/TK Disdikpora Bantul, Supardi mengaku rehabilitasi sekolah tahun depan akan dipegang oleh Kementerian PU. Sementara sejuah ini, Pemkab Bantul masih menunggu petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan proyek tersebut. "Kebijakannya dari pusat," ujarnya
Ia berharap rehabilitasi sekolah tersebut dapat menyasar puluhan yang rusak di Bantul. Dia berharap rehabilitasi sekolah tersebut dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. "Harapannya perbaikan fisik bisa mendukung pembelajaran, sehingga [pembelajaran] lebih menyenangkan," ikatanya.
Pada 2025 mendatang, Disdikpora Bantul hanya menangani pengadaan non fisik berupa alat permainan edukatif. Penyediaan alat permainan edukatif tersebut untuk menunjang pembelajaran di sekolah.
Nugroho menyebutkan bahwa sekolah-sekolah yang ada di Bantul pun masih memerlukan tambahan fasilitas pembelajaran berupa komputer. Kebutuhan tersebut selama ini menjadi kendala bagi beberapa sekolah untuk menyelenggarakan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD). Jumlah siswa melebihi ketersediaan komputer yang ada, membuat siswa-siswa tersebut bergiliran untuk mengerjakan ASPD.
BACA JUGA : Banyak Sekolah di Gunungkidul Perlu Diperbaiki, Ini 10 Titik yang Disasar Tahun Ini
Dia pun menilai kebutuhan komputer tersebut sangat diperlukan sekolah-sekolah yang ada di Bantul. "Harapannya ujian [ASPD] berbasis Teknologi Informasi [TI] bisa memperlancar [proses ujian], tanpa harus antre per sesi," ucapnya.
Pihaknya pun telah mengusulkan agar ada anggaran untuk menambah komputer di beberapa sekolah. Dia berharap usulan tersebut disetujui, sehingga pelaksanaan ASPD dapat lebih optimal. Keberadaan komputer untuk menunjang pembelajaran diperlukan di era digital. Keberadaan infrastruktur pembelajaran tersebut akan mendukung pembelajaran modern untuk generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid divonis 2 tahun penjara dalam kasus korupsi, lebih ringan dari tuntutan jaksa 8 tahun 6 bulan.
Tas berisi iPad dan iPhone milik mahasiswi dicuri di Sewon, Bantul. Polisi menangkap pelaku dan mengamankan seluruh barang korban.
MK mengabulkan sebagian gugatan UU APBN 2026 dan menegaskan anggaran MBG tidak boleh menjadi bagian anggaran pendidikan pada APBN berikutnya.
BPBD Bantul memperkuat edukasi pencegahan karhutla dan mengajak warga segera melaporkan titik api selama musim kemarau 2026.
Kejagung memeriksa Tan Kian dan Ferry 'Boboho' sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan TPPU yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah.