Advertisement
Sempat Molor, 4 Keluarga asal Sleman Diberangkatkan ke Lokasi Transmigrasi

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Tenaga Kerja Sleman memastikan keluarga transmigran sudah diberangkatkan ke lokasi penempatan transmigrasi. Pemberangkatan terakhir dilaksankaan ke Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada 17 Desember 2024.
Pemeriksa Ketransmigrasian, Dinas Tenaga Kerja Sleman, Denni Indriastuti mengatakan, tahun ini ada empat keluarga yang diberangkatan untuk program transmigrasi. Dua keluarga diberangkatakan ke Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat dan dua keluarga ke Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Advertisement
Ia memastikan, seluruh keluarga sudah diberangkatkan ke lokasi transmigrasi. Meski demikian, Indri tidak menampik pemberangkatan sempat tertunda karena biasanya berangkat pada November, tapi di 2024 pemberangkatan baru terlaksana di pertengahan Desember.
“Sudah berangkat. Terakhir, ada dua keluarga asal Sleman diberangkatkan ke lokasi transmigrasi di Koromolai di Kabupaten Luwu Timur pada 17 Desember lalu,” katanya, Minggu (29/12/2024).
Menurut dia, ada beberapa penyebab yang membuat keberangkatan calon transmigran mundur. Selain butuh persiapan di lokasi transmigrasi, juga disebabkan karena perubahan pejabat di Kementerian sehingga memberikan pengaruh.
“Yang tanda tangan adalah Menteri baru sehingga ada penyesuaian. Tapi, sudah bukan jadi masalah karena semua keluarga sudah diberangkatkan,” katanya.
Disinggung mengenai alokasi transmigrasi di 2025, ia mengakui hingga sekarang belum ada ketentuan dari Kementerian. Meski demikian, dengan melihat pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya kemungkinan pada Maret baru diketahui alokasi di setiap daerah.
“Kalau sekarang masih menunggu. Tapi, untuk peminatnya lebih banyak ketimbang alokasi yang tersedia,” katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Sutiasih mengatakan, sebelum pemberangaktan, keluarga calon transmigrant diberikan pelatihan di bidang pertanian maupun olahan makanan. Diharapkan dengan pelatihan ini menjadi bekal hidup di lokasi transmigrasi.
Sutiasih menambahkan, di lokasi transmigrasi juga mendapatkan rumah siap huni. Selain itu, diberikan lahan perkarangan dan usaha seluas dua hektare.
Di sisi lain juga mendapatkan jatah hidup selama 12 untuk berlokasi di lahan kering dan 18 bulan yang berlokasi di lahan basah. Pemkab Sleman juga menyediakan bantuan modal usaha sebesar Rp13 juta untuk satu keluarganya.
“Ada juga bantuan berupa alat dapur, alat tidur, alat penerangan, alat pertanian, pertukangan hingga bantuan benih dan pupuk,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Hari Kedua Lebaran, 2.000 Kendaraan Masuk Malioboro Per Jam
- Ingin ke Malioboro Hari Ini, Perhatikan Kantong Parkir dan Rekayasa Lalin Berikut Ini
- Polres Bantul Belum Simpulkan Penyebab Kematian Warga Wonogiri yang Ditemukan di Kali Code
- Sempat Jadi Pintu Masuk, Exit Tol Tamanmartani Dialihkan Jadi Pintu Keluar Kembali
- Ribuan Orang Padati Pantai Parangtritis, Mayoritas Rombongan Keluarga
Advertisement
Advertisement