Lelang Cabai Digital Bantu Petani Bantul Hindari Harga Tengkulak
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK. /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY berupaya mempercepat penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah merebak di wilayahnya dengan sejumlah strategi. Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono mengungkapkan meskipun situasi belum mencapai status pandemi, tapi langkah-langkah antisipatif dan percepatan penanganan tetap menjadi prioritas utama.
Salah satu langkah krusial yang diambil adalah percepatan vaksinasi. Awalnya, jadwal vaksinasi direncanakan pada Februari 2025, tapi mengingat urgensi situasi, pemerintah pusat telah memutuskan untuk mempercepat distribusi vaksin. "Kami berharap vaksin dapat mulai didistribusikan pekan ini," ujar Beny, Senin (13/1/2025).
BACA JUGA : Mulai Besok, Pasar Hewan Imogiri Bantul Ditutup, Ini Penyebabnya
Selain vaksinasi, pengendalian lalu lintas ternak juga menjadi fokus utama. Beny menjelaskan bahwa pergerakan hewan ternak harus diawasi ketat untuk mencegah penyebaran penyakit. "Petugas yang berinteraksi langsung dengan ternak juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang ketat, seperti sterilisasi kandang dan penggunaan alat pelindung diri," katanya.
Puskeswan akan menjadi ujung tombak dalam penanganan PMK di lapangan. Pemda DIY juga telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, khususnya Fakultas Peternakan dan Pertanian, untuk memberikan dukungan ilmiah dan pendampingan.
Meskipun belum ada laporan kasus penularan PMK ke manusia, Pemda DIY tetap waspada dan telah mengambil langkah-langkah antisipatif. "Kami sangat mewaspadai kemungkinan terburuk. Semua tindakan harus terkoneksi secara rapi, mulai dari kebersihan lingkungan hingga disiplin protokol kesehatan," kata Beny.
Wabah PMK diakui telah berdampak pada penurunan produksi ternak, terutama sapi perah. Namun, Pemda DIY optimistis bahwa dengan pengendalian yang ketat dan percepatan vaksinasi, dampak ekonomi dapat diminimalkan.
BACA JUGA : Cegah Penularan PMK, Pemkab Bantul Pantau Ketat Lalu Lintas Ternak
Pihaknya juga terus menjalin koordinasi yang erat dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota untuk memastikan percepatan distribusi vaksin dan pelaksanaan langkah-langkah pengendalian lainnya. "Semua ini dilakukan secara terkoordinasi di setiap pos pengawasan," kata Beny.
Beny optimistis bahwa dengan langkah-langkah yang telah diambil, PMK dapat segera teratasi tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas. "Kami berharap dengan percepatan vaksinasi dan pengendalian yang ketat, situasi dapat kembali normal dan produksi ternak dapat pulih," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
UGM menegaskan penanganan dugaan kekerasan seksual dilakukan transparan dengan mengutamakan keselamatan, hak, keamanan, dan pemulihan korban.
Kementerian Imipas mengungkap miras dan fasilitas mewah di Lapas IIA Cibinong merupakan milik narapidana kasus korupsi Jimmy Masrin.
Rektor ISI Jogja Irwandi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fotografi dan menjadi dosen pertama yang meraih profesor lewat jalur karya seni.
Pemerintah dan DPR memfinalisasi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang direncanakan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Krisis air akibat kemarau diperkirakan masih membayangi sejumlah wilayah RI hingga November 2026. Kementerian PU menyiapkan mitigasi.