Road to MJM 2026: Bukan Sekadar Ajang Lari Bergengsi
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Pedagang sayur mayur dan cabai di Pasar Kolombo menata dagangannya, Senin (13/1/2025).
Harianjogja.com, SLEMAN—Harga cabai terus melambung. Kondisi ini membuat komsumen mengurangi jumlah pembelian dan beralih membeli jenis cabai lain yang lebih murah.
Di Pasar Kolombo, Depok, Sleman, harga cabai rawit merah eceran dijual bervariasi antara Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram (kg) tergantung kualitas. Salah satu pedagang cabai di Pasar Kolombo, Tatik, mengungkapkan kenaikan harga cabai nyaris terjadi di semua jenis. Cabai rawit merah menjadi jenis cabai yang harganya paling tinggi. "Harga semua jenis cabai naik," kata Tatik saat ditemui, Senin (13/1/2025).
Menurutnya, kenaikan harga cabai terjadi sejak akhir 2024. Cabai rawit merah misalnya, harga sebelumnya Rp50.000/kg, terus naik dan kini menjadi Rp95.000-Rp100.000 per kilogram.
Puncak kenaikan harga cabai terjadi menjelang Tahun Baru 2025 yang menembus di atas Rp100.000.
Tatik menduga kenaikan harga cabai merah terjadi karena banyak tanaman cabai rusak akibat hujan, sehingga produksi menurun.
Bagi pedagang, kenaikan harga berdampak pada berkurangnya pembelian. Pelanggan yang biasanya membeli cabai satu kilogram, mengurangi pembelian menjadi setengah kilogram.
BACA JUGA: Ratusan Kasus Cerai di Kota Jogja Disebabkan Judi Online dan KDRT
Selain itu, pembeli juga mengakali dengan mengoplos dua jenis cabai yang berbeda agar bisa mengurangi pengeluaran.
Berkurangnya penjualan cabai juga dialami pedagang Pasar Kolombo lainnya, Ambar. Menurutnya, pembeli memilih mengurangi jumlah pembelian cabai saat harga tinggi. Ambar pun tak mau ambil risiko dan memilih mengurangi jumlah kulakan. "Biasanya kulakan cabai sekitar lima kilogram, sekarang hanya berani ambil tiga kilogram," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti, mengatakan saat ini harga seluruh jenis cabai melonjak. Hal ini terjadi karena cabai ada fungsi substitusi. Kalau harga cabai rawit merah naik, maka banyak yang beralih membeli cabai rawit hijau. “Akhirnya semua jenis cabai harganya ikut naik," ujarnya.
Nia mengungkapkan faktor cuaca menjadi pemicu naiknya harga sejumlah komoditas, terutama sayur mayur. "Karakter sayur yang gampang busuk kena hujan, sehingga harganya sedikit naik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyambut ajang lari bergengsi dan berskala internasional Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, Bank Mandiri memperkuat sinerginya dengan masyarakat dan pemangku k
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.