Tak Hanya Pameran, Alumni Gen Z Batik Preneur Sleman Didorong Tembus Pasar
Sembilan alumni Gen Z Batik Preneur Sleman didorong menguji produk ke pasar dan mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyampaikan ada 36 alat early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini di Bumi Sembada. BPBD mengaku ada EWS yang sempat tersambar petir.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan sebanyak 80% dari EWS tersebut tersebar di Kawasan Merapi di mana menjadi lokasi rawan bencana.
“Paling banyak di Kawasan Merapi untuk mengantisipasi dampak banjir lahar dan awan panas. Hampir 80 persen di sana,” kata Makwan dihubungi, Senin (17/2/2025).
BACA JUGA : Siaga Bencana, BPBD Kota Jogja Uji Coba 9 EWS Baru
Makwan menambahkan sebanyak 20% alat EWS sisanya tersebar di kapanewon-kapanewon yang memiliki potensi risiko bencana tanah longsor. Wilayah-wilayah yang memiliki kerawanan tanah longsor meliputi kapanewon Kapanewon Prambanan, Pakem, Cangkringan, Turi, Seyegan, Godean, dan Gamping.
Menurutnya terdapat petugas yang secara rutin memeriksa EWS tersebut. EWS bisa rusak akibat tertimpa pohon serta menjadi sarang semut dan tawon. Tahun lalu, BPBD sempat melakukan perbaikan EWS lantaran ada yang terkena sambaran petir.
“Dulu sempat ada orang yang mencuri EWS juga. Tapi sekarang sudah tidak ada, mungkin masyarakat sadar dampak apabila EWS tidak berfungsi atau hilang,” katanya.
EWS memberikan peringatan melalui suara apabila alat mendeteksi ada bencana alam seperti banjir lahar hingga longsor. Masyarakat yang mendengar suara peringatan tersebut harus segera melakukan evakuasi sesuai petunjuk atau arahan pihak berwenang.
Disinggung ihwal pengadaan EWS pada 2025, Makwan mengaku tidak ada. Menurut dia, 36 EWS ada saat ini sudah sangat cukup. Sisanya, petugas dan masyarakat harus menjaganya agar berfungsi baik.
“Kalau anggaran perawatan ada. Barang elektronik kan problemnya mati tertimpa pohon juga bisa. Ada gangguan binatang juga. Alokasi tidak terlalu banyak; yang penting ada,” ucapnya.
BACA JUGA : BPBD Kota Jogja Akan Tambah EWS Otomatis di Tiga Sungai
Sebelumnya, Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Ismardiyanto mengatakan pihaknya terus mendorong pembentukan satuan pendidikan aman bencana (SPAB). SPAB menjadi langkah awal dalam memperkecil dampak bencana alam, utamanya satuan pendidikan di Kawasan Merapi.
Di Kawasan Merapi, kata dia seluruh satuan pendidikan telah memiliki status SPAB. Berbeda dengan wilayah lain, sekolah-sekolah di Kawasan Merapi seperti Cangkringan rawan terkena bencana apabila Gunung Merapi erupsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sembilan alumni Gen Z Batik Preneur Sleman didorong menguji produk ke pasar dan mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
Cuaca Jogja Jumat 18 September 2026 diprakirakan cerah di seluruh wilayah DIY. Simak suhu, kelembapan, hingga daftar kecamatan.
Juventus mengawali Liga Europa 2026/2027 dengan kemenangan 5-0 atas NEC Nijmegen. Lima pemain berbeda mencetak gol, sementara Milan kalah dari Benfica.
Harga rumah kian mahal, Pemda DIY petakan kebutuhan rusun dan hunian vertikal bergaya tradisional Jawa untuk masyarakat di kawasan Kartamantul.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk 1001 Tanya untuk Wakil Rakyat di Terban, Kemantren Gondokusuman.
Jadwal layanan SIM Station Terminal Dhaksinarga Gunungkidul Jumat 18 September 2026. Lengkap dengan syarat BPJS Kesehatan dan lokasi SIM Keliling.