Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Bulog Kanwil Jogja saat menyerap gabah pata petani di wilayah DIY dengan HPP baru yang ditetapkan pemerintah belum lama ini. Dok. Ist
Harianjogja.com, JOGJA – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jogja berupaya menyerap gabah petani dengan harga yang telah ditetapkan berdasarkan keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No. 14/2025. Keputusan yang diterbitkan pada 24 Januari 2025 tersebut menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jogja, Ninik Setyowati mengatakan, kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan mendukung kesejahteraan petani. "Penyerapan GKP dilakukan di semua lokasi, dengan menurunkan Tim Jemput Gabah yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Babinsa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," ujar Ninik, Selasa (18/2/2025).
Melalui koordinasi dengan para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Babinsa, Bulog mendapatkan informasi real-time mengenai lokasi-lokasi panen, sehingga proses penyerapan gabah dapat dilakukan secara optimal. Dengan langkah ini, petani, kelompok tani (poktan), dan gabungan kelompok tani (gapoktan) diharapkan dapat menjual hasil panennya sesuai dengan HPP yang telah ditetapkan.
Ninik menambahkan, pihaknya juga telah menandatangani komitmen bersama dalam rangka penyerapan gabah dan/atau beras tahun 2025 guna memperkuat upaya ketahanan pangan. Kesepakatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
BACA JUGA: Harga Gabah di Bawah Standar, Dinas Pertanian Kulonprogo Pertemukan Petani dan Bulog
Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan beras dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, serta menjaga stabilitas pasokan pangan di Jogja. "Kami ingin memastikan bahwa Bulog dapat menyerap gabah dan beras dalam jumlah maksimal untuk mendukung program swasembada pangan di DIY," jelas Ninik.
Untuk mempercepat dan mempermudah proses penyerapan, Bulog telah menyiapkan posko penyerapan gabah yang tersebar di seluruh gudang di setiap kabupaten di DIY. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan transaksi antara petani dengan Bulog, sehingga mekanisme pembelian dapat berjalan lebih efisien.
Hingga saat ini, Bulog Kanwil Jogja telah berhasil membeli 180 ton GKP serta 5.900 ton beras. Angka ini akan terus bertambah seiring dengan berlanjutnya musim panen dan semakin intensifnya operasi penyerapan di lapangan.
"Komitmen kami adalah terus menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat, sekaligus memberikan jaminan harga yang layak bagi petani," tutup Ninik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.