21 Adegan Rekonstruksi Ungkap Kronologi Pembacokan Pelajar di Jogja
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Jajaran Komisi C DPRD DIY saat meninjau langsung anak Sungai Bogowonto di Kulonprogo, Selasa (22/7/2025). Ist/ Dok. DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi C DPRD DIY menindaklanjuti laporan kondisi anak Sungai Bogowonto di Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo yang sempat meluap dan mengancam kawasan permukiman warga. Respons ini dilakukan menyusul surat resmi dari pihak kalurahan yang meminta perhatian atas ancaman kerusakan yang ditimbulkan.
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menyatakan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), pada Selasa (22/7/2025) untuk melakukan pengecekan dan merencanakan penanganan teknis. Salah satu solusi yang disepakati adalah pembangunan bronjong untuk memperkuat tanggul sungai dan mencegah erosi lanjutan.
BACA JUGA: Terkena Efisiensi, Danais untuk Gunungkidul Dipangkas Rp11 Miliar
“Kita menanggapi surat yang dikirim Lurah Kalirejo, Kokap untuk mengecek kondisi anak sungai Bogowonto yang memang kondisinya kemarin sampai meluap dan sudah menerjang ke tanah-tanah pemukiman,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
Menurut Nur, pengerjaan bronjong akan dimulai dalam waktu dekat, tepatnya pada bulan Agustus. Proyek ini akan melibatkan kolaborasi antara BBWSO dan Pemerintah Kalurahan Kalirejo dengan memanfaatkan sebagian alokasi dana desa untuk mendukung pembiayaan.
“Bentuk partisipasi kita, tanggung jawab kita dari Komisi C hadir bersama BBWSO. Nanti segera akan dibantu dengan bronjong, bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan dari alokasi dana desa,” jelasnya.
Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat memberi rasa aman bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di dekat bantaran sungai. Mengingat derasnya arus air saat musim hujan dan potensi longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu, penanganan ini dinilai sangat mendesak.
“Insyaallah masyarakat biar tenang karena itu juga berbahaya untuk pemukiman,” tambah Nur.
Lurah Kalirejo, Lana, menjelaskan bahwa kondisi anak Sungai Bogowonto memang sudah memprihatinkan. Pendangkalan yang terjadi di dasar sungai membuat aliran air mudah meluap saat hujan deras. Selain itu, gerusan air juga mengikis tebing sungai dan menyebabkan perubahan arah aliran.
“Sudah ada pendangkalan di Sungai Anak Bogowonto ini sehingga mengakibatkan kondisi warga yang rawan kena banjir dan penggerusan di tebing-tebing sungai. Sungai ini juga sudah mengalami perpindahan agak ke barat,” jelas Lana.
Ia menegaskan pentingnya normalisasi sungai secara menyeluruh dan pembangunan infrastruktur pengaman di sepanjang aliran sungai. “Kami minta normalisasi sungai. Kami perlu bronjong, tanggul kanan kiri sehingga sungai ini tidak akan bergeser,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
GKJ Wonocatur Bantul menahbiskan Andreas Kurnianto sebagai pendeta baru. Momentum ini diharapkan memperkuat pelayanan gereja, toleransi, dan kerukunan antarumat
Pendaftaran Magang Nasional 2026 resmi dibuka hingga 28 Juli. Simak syarat, cara daftar, dokumen yang wajib disiapkan, jadwal seleksi, dan estimasi gaji peserta
8 juta tanda tangan tuntut Argentina didiskualifikasi Piala Dunia 2026. Tudingan wasit & FIFA berpihak ke Messi memanas setelah kemenangan kontroversial lawan M
BCA buka Beasiswa PPBP & PPTI 2027. Kuliah gratis 2,5 tahun, uang saku, asrama, laptop, dan peluang kerja. Pendaftaran hingga 20 Oktober 2026. Cek syaratnya!
Penampilan impresif Timnas Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 memicu lonjakan minat wisatawan dunia. Negara kepulauan di Afrika Barat ini menawarkan pantai tropi