Warga Cokrodiningratan Jogja Belajar Bikin Keripik Lele Bernilai Jual
Warga Cokrodiningratan belajar mengolah lele menjadi keripik sebagai inovasi pangan sekaligus membuka peluang usaha rumahan.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Petugas Bank Sampah Comiba, Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja menyosialisasikan pengelolaan sampah yang dicanangkan dalam program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) dalam malam tirakatan. Momen tersebut dipilih untuk menjaring kesadaran warga Suryodiningratan secara luas.
Pengurus Bank Sampah Comiba, Endang Sesanti menyampaikan program Mas Jos sebagai evaluasi program zero sampah anorganik dan organik yang telah diusung Pemkot Jogja sebelumnya.
Dia menuturkan dalam program Mas Jos tersebut ada langkah untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum memilahnya. Pemilahan tersebut dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang diolah.
BACA JUGA: Buka Klinik di Kulonprogo, Hasto Wardoyo Upayakan Hadir Praktik Setiap Pekan
"Sampah kalau diolah akan bermanfaat tetapi kalau tidak, maka dapat menjadi bencana," katanya, Senin (18/8/2025).
Pemkot Jogja mendorong pengolahan sampah organik menggunakan berbagai metode yang telah ada, antara lain biopori, ecoenzym, dan ember tumpuk. Menurutnya metode pengolahan sampah tersebut dioptimalkan dengan program Mas Jos.
"Ini untuk memaksimalkan pengolahan sampah yang telah dilakukan masyarakat," katanya.
Pengolahan sampah anorganik telah dilakukan melalui bank sampah. Berbagai sampah anorganik, mulai dari sampah berbahan dasar plastik, kertas, seng dan kaca dapat ditampung bank sampah untuk disalurkan ke tempat pengolahan sampah.
Selain tiga metode untuk mengurangi dan mengolah sampah tersebut, menurutnya, melalui program Mas Jos masyarakat didorong untuk menghabiskan makananannya agar tidak menambah jumlah sampah organik yang ada dan menggunakan wadah makan untuk mengurangi sampah anroganik.
Pemkot Jogja tidak dapat mengolah sampahnya secara mandiri, menurutnya perlu ada dukungan dari masyarakat pula untuk mengelola sampah yang ada.
"Dalam pengelolaan sampah di Kota [Jogja], pemerintah tidak bisa sendiri, perlu gorong royong masyarakat untuk menuntaskan masalah sampah ini," ucapnya.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Selasa 19 Agustus 2025: Seluruh DIY Hujan Petir
Masyarakat perlu meningkatkan kesadarannya untuk mengolah sampah. Sehingga, sampah yang diproduksi masyarakat tidak serta merta dibuang ke depo sampah, namun dipilah dan diolah melalui berbagai mekanisme pengolahan sampah yang ada, antara lain melalui bank sampah, dan berbagai metode pengolahan sampah organik dan anorganik.
Ia berharap agar program pengolah sampah tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. "Mas Jos ini merupakan langkah bagus dan solusi yang sederhana mulai dari lima langkah yang sudah dibuat dalam program ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Cokrodiningratan belajar mengolah lele menjadi keripik sebagai inovasi pangan sekaligus membuka peluang usaha rumahan.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 lengkap dari latihan, kualifikasi, Sprint Race hingga balapan utama. Cek jam tayangnya dalam WIB.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.