HUT RI, Disdukcapil Kota Jogja Buka Layanan Jemput Bola Adminduk
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Petugas Bank Sampah Comiba, Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja menyosialisasikan pengelolaan sampah yang dicanangkan dalam program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) dalam malam tirakatan. Momen tersebut dipilih untuk menjaring kesadaran warga Suryodiningratan secara luas.
Pengurus Bank Sampah Comiba, Endang Sesanti menyampaikan program Mas Jos sebagai evaluasi program zero sampah anorganik dan organik yang telah diusung Pemkot Jogja sebelumnya.
Dia menuturkan dalam program Mas Jos tersebut ada langkah untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum memilahnya. Pemilahan tersebut dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang diolah.
BACA JUGA: Buka Klinik di Kulonprogo, Hasto Wardoyo Upayakan Hadir Praktik Setiap Pekan
"Sampah kalau diolah akan bermanfaat tetapi kalau tidak, maka dapat menjadi bencana," katanya, Senin (18/8/2025).
Pemkot Jogja mendorong pengolahan sampah organik menggunakan berbagai metode yang telah ada, antara lain biopori, ecoenzym, dan ember tumpuk. Menurutnya metode pengolahan sampah tersebut dioptimalkan dengan program Mas Jos.
"Ini untuk memaksimalkan pengolahan sampah yang telah dilakukan masyarakat," katanya.
Pengolahan sampah anorganik telah dilakukan melalui bank sampah. Berbagai sampah anorganik, mulai dari sampah berbahan dasar plastik, kertas, seng dan kaca dapat ditampung bank sampah untuk disalurkan ke tempat pengolahan sampah.
Selain tiga metode untuk mengurangi dan mengolah sampah tersebut, menurutnya, melalui program Mas Jos masyarakat didorong untuk menghabiskan makananannya agar tidak menambah jumlah sampah organik yang ada dan menggunakan wadah makan untuk mengurangi sampah anroganik.
Pemkot Jogja tidak dapat mengolah sampahnya secara mandiri, menurutnya perlu ada dukungan dari masyarakat pula untuk mengelola sampah yang ada.
"Dalam pengelolaan sampah di Kota [Jogja], pemerintah tidak bisa sendiri, perlu gorong royong masyarakat untuk menuntaskan masalah sampah ini," ucapnya.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Selasa 19 Agustus 2025: Seluruh DIY Hujan Petir
Masyarakat perlu meningkatkan kesadarannya untuk mengolah sampah. Sehingga, sampah yang diproduksi masyarakat tidak serta merta dibuang ke depo sampah, namun dipilah dan diolah melalui berbagai mekanisme pengolahan sampah yang ada, antara lain melalui bank sampah, dan berbagai metode pengolahan sampah organik dan anorganik.
Ia berharap agar program pengolah sampah tersebut dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. "Mas Jos ini merupakan langkah bagus dan solusi yang sederhana mulai dari lima langkah yang sudah dibuat dalam program ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.