DPRD Bantul Dorong Sosialisasi Perda Larangan Jual Daging Anjing
DPRD Bantul meminta Perda larangan penjualan daging anjing di DIY disosialisasikan secara masif sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota.
Desa Wisata Wukirsari, Bantul. - Google Maps
Harianjogja.com, BANTUL—Wacana pemangkasan Dana Keistimewaan (Danais) DIY tidak terlalu berpengaruh terhadap operasional Desa Wisata Wukirsari, Imogiri, Bantul.
Hal ini disampaikan oleh Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, dan Ulu-ulu Kalurahan Wukirsari, Asnan Hidayat, Selasa (26/8/2025).
Susilo menegaskan, meski ada pemangkasan, Desa Wisata Wukirsari masih mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Danais untuk pengembangan wisata.
“Alhamdulillah kami masih mendapatkan BKK Danais untuk pengembangan Wisata Wukirsari. Jumlahnya memang sedikit berkurang, tetapi masih banyak, bahkan nilainya tetap lebih dari Rp1 miliar,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, pemangkasan anggaran tersebut tidak terlalu memengaruhi program yang sudah berjalan.
BACA JUGA: Subsidi Dipangkas, Pendapatan Trans Jogja Harus Tetap Meningkat
“Artinya pemangkasan danais ini tidak berdampak terlalu besar bagi pengembangan wisata Wukirsari. Kegiatan yang direncanakan sebagian besar masih bisa terlaksana,” kata Susilo.
Asnan Hidayat Ulu-Ulu Kalurahan Wukirsari menjelaskan bahwa dampak pemangkasan Danais untuk tahun depan belum bisa dipastikan. Sebab, setiap tahun kebutuhan dan pengajuan dana berbeda-beda.
“Untuk rencana tahun depan, kita juga belum tahu akan mendapat Danais lagi atau tidak, atau mungkin dipangkas. Jadi dampaknya belum bisa dirasakan sekarang,” jelasnya.
Meski begitu, Asnan menekankan bahwa Desa Wisata Wukirsari sudah cukup mandiri dalam pengelolaan.
“Kalau sampai pemangkasan terjadi, memang ada program yang bisa tertunda. Tetapi secara keseluruhan, desa wisata tetap bisa berjalan karena tidak sepenuhnya tergantung Danais. Sarana prasarana sudah banyak dibantu dari CSR maupun dinas lain,” katanya.
Menurut Asnan, Danais selama ini lebih banyak digunakan untuk pembangunan dan pengembangan destinasi wisata.
Mulai dari pembangunan fasilitas pendukung, penyediaan kendaraan antar destinasi, hingga promosi wisata. Selain itu, dana tersebut juga menopang pelatihan masyarakat dan penguatan UMKM yang menjadi penopang kegiatan wisata di Wukirsari.
“Asalkan masih ada dukungan walau sedikit, wisata tetap bisa jalan. Harapannya tentu saja pendanaan Danais ke depan bisa kembali maksimal agar pengembangan lebih sempurna, terutama untuk UMKM sebagai pendukung wisata,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, baik pemerintah kalurahan maupun pengelola wisata Wukirsari optimistis bahwa keberlangsungan wisata tetap terjaga.
“Meskipun Danais berkurang, wisata Wukirsari sudah mampu berjalan secara berkelanjutan dan mandiri,” kata Asnan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta Perda larangan penjualan daging anjing di DIY disosialisasikan secara masif sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.