Jalan Krikilan-Serut Berbah Diperbaiki Setelah 20 Tahun Rusak
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Smart City/Smart Province - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memperkuat komitmen menuju kota cerdas melalui pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) Smart City. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk mengevaluasi implementasi program Smart City di Kota Jogja.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan menuturkan konsep Smart City yang diusung Pemkot Jogja tidak sekadar penggunaan teknologi dalam menjalankan laju pemerintahan, namun juga terkait dengan transformasi tata kelola kota yang transparan dalam pemerintahan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Smart City bukan hanya soal digitalisasi, tapi bagaimana kota mampu meningkatkan kualitas hidup warganya secara cepat, adaptif, efisien, dan adil. Semua data dan layanan publik harus terintegrasi sehingga masyarakat dapat mengakses dengan mudah,” katanya di Hotel Horison Emerald Timoho Yogyakarta pada Rabu (1/10/2025) lalu.
Ia menilai integrasi layanan publik juga diperlukan untuk dalam pelaksanaan Smart City tersebut. Dia menilai integrasi layanan tersebut diperlukan antara lain dalam bentuk penyediaan data base untuk menunjang sektor pariwisata, transportasi dan persampahan yang menjadi sektor penting di Kota Jogja.
“Jangan sampai di hulu sampah sudah dipilah, tapi di depo digabung lagi. Smart City harus menghadirkan solusi nyata yang menyatukan semua elemen kota,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kota Jogja, Ignatius Trihastono menambahkan Smart City harus dipahami sebagai gerakan dinamis yang menjawab permasalahan yang ada di Kota Jogja. Langkah yang diambil pemerintah dalam memberikan layanan unggul pada masyarakat tidak selalu berbasis aplikasi digital, namun dapat pula dari gerakan masif yang dilakukan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Misalnya, gerakan pemilahan sampah rumah tangga yang hasilnya dimanfaatkan untuk pakan ternak. Itu bagian dari smart environment karena mampu mengurangi volume sampah dari hulu,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, digitalisasi tetap diperlukan untuk menjadi penunjang dalam percepatan penyaluran informasi bagi berbagai pihak yang terlibat dalam layanan pemerintahan.
“Kalau digitalisasi hanya membuat orang kagum tanpa memberi manfaat, itu bukan Smart City. Prinsipnya, digitalisasi harus membuat layanan lebih murah, sederhana, dan mudah diakses,” ujarnya.
Forum ini diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, komunitas, hingga masyarakat luas. Dia berharap forum semacam ini dapat terus berjalan sebagai wadah komunikasi strategis berbagai pihak.
“Mari jadikan forum ini ruang kolaborasi untuk menemukan solusi kreatif demi Jogja yang lebih cerdas dan berdaya saing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengawal aspirasi warga Berbah setelah Jalan Krikilan-Serut diperbaiki usai rusak lebih dari 20 tahun.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.