28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Pengendara melintas di Jembatan Kewek pada Minggu (23/11/2025). Pemkot Jogja berencana merehabilitasi jembatan tersebut tahun depan. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah warga merespons positif terkait rencana rehabilitasi Jembatan Kleringan atau yang akrab disebut Jembatan Kewek yg sudah rapuh. Warga memberikan kesaksian bahwa jembatan tersebut setidaknya sudah sekitar 60 tahun belum pernah diperbaiki.
Sejumlah kekhawatiran pun muncul ketika tidak segera diperbaiki. Pasalnya jembatan tersebut berada di kawasan permukiman padat penduduk. Oleh karena itu warga pun berharap rehabilitasi jembatan bisa segera dilakukan.
"Perbaikan menyeluruh terhadap jembatan tersebut diperlukan, apalagi setelah tahu kondisi struktur jembatan tersebut yang hanya tersisa beberapa persen. Tentu kami mendukung [rencana Pemkot Jogja merehabilitasi Jembatan Kewek], supaya tidak ada korban,” kata Sekretaris RT 03, Ledok Tukangan Tarno, Senin (24/11/2025).
Ia tak menampik adanya potensi kekhatawiran terhadap kondisi jembatan tersebut. Khususnya ketika jembatan tersebut tetap dipaksakan untuk dilalui pengguna jalan pengendara secara terus menerus. Kondisi struktur jembatan tk lagi kokoh dikhawatirkan menimbulkan dampak pada lingkungan sekitar jembatan.
Mengingat jembatan tersebut terletak di sekitar pemukiman padat penduduk. Selain itu, aktivitas warga di sekitar jembatan tersebut pun tinggi. Dalam proses perbaikan tersebut, dia pun berharap warga sekitar dilibatkan. “Kami mendukung pembangunannya [Jembatan Kewek]. Apalagi kalau warga bisa dilibatkan,” ujarnya.
Sementara, warga Ledok Tukangan, Mizan memberikan kesaksian bahwa jembatan tersebut memang belum pernah diperbaiki sejak puluhan tahun lalu. Pria yang sudah tinggal di sekitar jembatan tersebut sejak 60 tahun lalu mengaku tidak pernah melihat rehabilitasi jembatan tersebut.
"Saya rasa dari dulu enggak ada perbaikan serius di jembatannya, [perbaikan] paling cuma pemeliharaan [jalan]. Karena itu, kami berharap [jembatan] bisa diperbaiki, karena takutnya membahayakan [pengguna jalan dan warga setempat],” katanya.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menyampaikan kondisi struktur jembatan tersebut hanya tersisa 10-20%. Kondisi tersebut membuat Pemkot Jogja memprioritaskan perbaikan jembatan tersebut dalam tahun depan. Sementara di tahun ini, Pemkot Jogja telah merancang Detail Enginering Detail (DED) sebagai langkah awal untuk perbaikan jembatan tersebut.
Hasto pun menyebut Pemkot Jogja telah menghitung prakiraan kebutuhan anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut. Meski begitu, sumber pendanaan perbaikan tersebut masih belum ditentukan.
"Itu [anggarannya] bisa sampai sekitar Rp12 miliar. Kami minta [anggaran] ke pusat, minta ke APBN. Sama alternatif ke provinsi juga, tapi masih berjuang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.