Advertisement
UGK Tol Jogja-Solo di Trihanggo Cair, 44 Bidang Dibayar untuk Ramp
Suasana pembayaran UGK di Kalurahan Trihanggo pada Kamis (19/2/2026). - Harian Jogja // Catur Dwi JanatiÂ
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) pengadaan tanah proyek Tol Jogja–Solo kembali dilaksanakan di Kalurahan Trihanggo. Tahap ini menyasar puluhan bidang tanah guna mempercepat pembangunan Ramp On dan Ramp Off yang menjadi akses keluar-masuk tol di kawasan tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol 1.19, Dian Ardiansyah, menjelaskan pembebasan lahan kali ini mencakup dua wilayah, yakni Trihanggo dan Kalurahan Banyuraden. Khusus Trihanggo, pembebasan lahan merupakan tambahan untuk mendukung konstruksi ramp.
Advertisement
“Trihanggo ini memang penambahan lahan dan sudah dibayarkan. Alhamdulillah untuk yang mendukung pintu keluar-masuk atau ramp,” ujar Dian.
Menurutnya, pembebasan tambahan tersebut bersifat krusial karena tanpa penambahan lahan, konstruksi Ramp On dan Ramp Off tidak dapat dibangun optimal. “Kalau tidak dibebaskan, lahan untuk ramp keluar-masuk tidak cukup,” tegasnya.
BACA JUGA
Target 100 Bidang, 44 Dibayar Awal Ramadan
Berdasarkan catatan PPK, total sekitar 100 bidang tanah dibutuhkan untuk pembangunan Ramp On dan Ramp Off. Dari jumlah tersebut, 44 bidang dibayarkan pada awal Ramadan ini.
“Yang dibayar hari ini 44 bidang. Totalnya sekitar 100 bidang, termasuk fasilitas sosial dan fasilitas umum. Jika dipersentasekan, sekitar 70 persen yang kami bayar,” jelas Dian.
Sejumlah bidang yang masuk kategori fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum)—seperti jalan desa—tidak dibayarkan dalam bentuk uang. Penggantiannya berupa pembangunan sarana dengan fungsi serupa oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
“Kalau fasos dan fasum yang tidak bersertifikat, tidak dibayar uang, tapi diganti fungsinya. BUJT yang membangunkan fasilitas pengganti,” imbuhnya.
Pembayaran kali ini merupakan tahap kedua. Pada tahap pertama, 14 bidang prioritas telah dibayarkan pada Januari 2026 untuk mengejar kebutuhan konstruksi awal.
Anggaran Rp78 Miliar, Nilai UGK hingga Rp9,9 Miliar
Total anggaran yang dikucurkan untuk membebaskan 44 bidang tanah di Trihanggo mencapai Rp78 miliar. Nilai UGK tertinggi tercatat Rp9,9 miliar, sementara nilai terendah Rp48 juta untuk bidang seluas tiga meter persegi.
Salah satu penerima UGK, Anton, menyebutkan dirinya memperoleh ganti rugi bangunan meski lahan tempat usahanya berdiri merupakan tanah sewa. Ia berencana membangun kembali usaha workshop aluminium dan gipsum di lokasi lain.
“Iya, rencananya bangun usaha lagi. Kemarin sempat rembukan di Jalan Palagan, tapi masih menunggu kecocokan tempat,” katanya.
Ramp On Siap, Ramp Off Tunggu Lahan
Sebelumnya, Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menyampaikan pihak kontraktor masih menunggu pembebasan lahan di sisi utara ring road Kronggahan untuk pembangunan Ramp Off.
Ramp Off Trihanggo direncanakan berada di sisi utara ring road dan mengarah ke timur—kendaraan turun dari arah barat ke timur. Sementara itu, Ramp On di sisi selatan ring road Trihanggo telah dikerjakan masif, termasuk pemasangan girder sebagai balok penyangga antar pilar tol.
“Ramp on sudah ready, tinggal proses penyelesaian dan gerbangnya,” ujar Agung.
Ramp On Trihanggo nantinya melayani akses masuk dari arah timur ke barat sebelum bergabung dengan ruas Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Ekstrem Picu 46 Bencana di Gunungkidul
- Revitalisasi SMA-SMK DIY 2026, 29 Sekolah Dapat Rp21,6 Miliar
- Ratusan Warga Bantul Daftar Kerja Luar Negeri Setiap Tahun
- Harga Sembako Bantul Stabil Jelang Ramadan, Cabai Tembus Rp90.000
- Lingkungan Perokok dan Alkohol Meningkatkan Potensi Sumbing pada Janin
Advertisement
Advertisement







