Advertisement
700 Porsi Takjil Nusantara Disiapkan Masjid Syuhada Jogja
Pihak katering dan panitia takjil masjid Syuhada menyiapkan takjil di serambi Masjid Syuhada, Kamis (19/2/2026) sore. - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Masjid Syuhada Kotabaru kembali menghadirkan takjil kuliner Nusantara selama Ramadan dengan membagikan sekitar 700 porsi makanan setiap hari bagi jamaah, termasuk mahasiswa perantau. Program takjil Masjid Syuhada ini dirancang tidak hanya untuk berbuka puasa, tetapi juga menghadirkan cita rasa kampung halaman dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada Kamis (19/2/2026) petang, menu takjil yang disajikan berupa ayam rica-rica khas Manado yang menggunakan ayam sebagai sumber protein dengan cita rasa pedas. Menu tersebut dipesan dari katering dan disajikan menggunakan wadah paper bowl.
Advertisement
Proses penyajian dilakukan di sisi utara dan selatan serambi masjid sebelum kuah ditambahkan dan makanan ditata untuk dibagikan kepada jamaah menjelang waktu berbuka. Sambil menunggu azan magrib, jamaah terlebih dahulu mengikuti kajian sore yang menjadi rangkaian kegiatan Ramadan di Masjid Syuhada.
Panitia Bidang Takjil Masjid Syuhada, Fajrul Aini, menjelaskan Ramadan tahun ini menjadi tahun keempat penyelenggaraan konsep kuliner Nusantara dalam program takjil masjid.
BACA JUGA
“Menu-menunya di takjilan Masjid Syuhada kami berusaha menghadirkan menu dari berbagai daerah, dari mulai Sumatra sampai juga bagian Sulawesi,” ujarnya.
Menu takjil Nusantara tersebut berganti setiap hari, di antaranya ayam woku, ayam taliwang, nasi kuning, nasi uduk, soto Kudus, nasi langgi, sate Madura, nasi Padang, coto Makassar, rawon, nasi goreng Sunda, dan berbagai menu daerah lainnya.
Fajrul menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap program takjil Masjid Syuhada sangat tinggi karena lokasi masjid yang strategis di kawasan Kotabaru sehingga mudah dijangkau masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk warga sekitar Kali Code dan mahasiswa dari berbagai kampus di Jogja.
“Karena Masjid Syuhada tempatnya sangat strategis sehingga banyak sekali masyarakat berdatangan dari berbagai jenjang gitu, dari masyarakat sekitar Kali Code, terus mahasiswa dari berbagai kampus,” katanya.
Banyaknya mahasiswa perantau menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan konsep kuliner Nusantara dalam takjil tersebut. Selain menyediakan makanan berbuka puasa, panitia ingin menghadirkan rasa makanan khas daerah agar mahasiswa dapat merasakan suasana kampung halaman.
“Karena banyak mahasiswa yang sekarang mencari takjil ke masjid-masjid. Seperti yang kita tahu kalau mahasiswa kan banyak dari daerah-daerah luar Jawa, banyak perantau gitu. Nah, kita coba hadirkan makanan dari berbagai daerah supaya bisa merasakan makanan dari asal daerahnya,” paparnya.
Pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya, panitia biasanya menyediakan sekitar 1.000 porsi takjil setiap hari. Namun tahun ini jumlahnya dikurangi menjadi 700 porsi karena kondisi masjid yang sedang dalam proses renovasi sehingga kapasitas ruang menjadi terbatas.
“Karena tempatnya juga sangat terbatas gitu terkait dengan adanya pemugaran masjid,” ungkapnya.
Menu takjil Masjid Syuhada dipesan dari katering maupun restoran sesuai spesialisasi menu yang dijadwalkan. Pendanaan kegiatan berasal dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Syuhada serta dukungan masyarakat melalui donasi langsung maupun transfer.
“Terus juga dari masyarakat sekitar, dari orang-orang yang tiap harinya berdatangan ke Masjid Syuhada, selain melalui transfer kita juga buka stan donasi,” paparnya.
Ketua Panitia Ramadan Masjid Syuhada, Kholid, menuturkan rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini diawali dengan kegiatan Syuhada Run pada Minggu (15/2/2026) pagi, kemudian dilanjutkan dengan program buka bersama, pasaraya, serta pentas seni.
“Tema besar kita kan memang tentang kearifan lokal, tentang budaya lokal. Apalagi kalau Masjid Syuhada ini memang tergolong Kawasan Cagar Budaya-Bangunan Cagar Budaya, jadi memang yang ingin kita tonjolkan adalah nilai historis dan nilai budayanya. Termasuk kita menekankan masakan Nusantatanya di menu takjilannya,” kata dia.
Kegiatan pasaraya Ramadan digelar di halaman depan Masjid Syuhada dengan melibatkan sekitar 20 tenant kuliner dan nonkuliner yang berasal dari warga sekitar serta pelaku UMKM di Jogja. Proses seleksi tenant dilakukan dengan mempertimbangkan pemerataan jenis produk yang dijual.
“Kami open pendaftaran, kemudian untuk seleksinya kita sekadar pemerataan produknya,” ujarnya.
Program takjil Masjid Syuhada dengan konsep kuliner Nusantara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang mengangkat tema budaya lokal, sekaligus mendukung aktivitas sosial masyarakat dan pemberdayaan UMKM di kawasan Kotabaru Jogja selama bulan suci berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Sleman Tambah 8 Dump Truck untuk PSEL Piyungan 2028
- 36 Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem Bantul, BPBD Siapkan Opsi BTT
- Parkir Terpadu Nglanggeran Tuntas, Siap Dukung Wisata Patuk
- KDMP Bantul Terkendala Lahan, 3 Kalurahan Masih Cari Lokasi
- Jam Layanan Disdukcapil Jogja saat Ramadan 2026 Berubah, Ini Rincian
Advertisement
Advertisement








