UMK Bantul 2027 Dibahas, DPRD Sebut Upah Ideal untuk Buruh Rp4,5 Juta
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
Warga membawa air bersih seusai diolah dari mesin pembersih air di wilayah Kapanewon Tepus, Gunungkidul, Senin (7/9/2026). /Antara-Bidhumas Polda DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan dengan intensitas sangat ringan mulai terpantau di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul. Namun, gerimis yang turun di Kapanewon Semin dan Ngawen belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang masih menghadapi kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Purwono, mengatakan hujan yang terpantau di wilayah Ngawen masih berupa gerimis dengan durasi singkat. Kondisi tersebut belum mampu membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga.
“Baru terpantau gerimis sangat ringan di Ngawen durasi singkat dan belum berdampak terhadap pemenuhan air bersih,” kata Purwono, Kamis (22/10/2026).
Gerimis Belum Menjadi Tanda Kekeringan Berakhir
Menurut Purwono, gerimis yang turun merupakan salah satu fenomena alam pada masa peralihan dari musim kemarau menuju pancaroba, sebelum memasuki musim penghujan. Karena itu, hujan ringan belum bisa menjadi penanda bahwa persoalan kekeringan di Gunungkidul telah berakhir.
Sejumlah wilayah masih mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih. BPBD Gunungkidul pun masih melanjutkan penyaluran bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Sejumlah daerah masih mengalami kekeringan sampai sekarang dan bantuan air bersih masih terus dipasok," katanya.
Anggaran Penanganan Kekeringan Disiapkan
Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih selama kemarau, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui BPBD bersama pemerintah kapanewon menyiapkan anggaran penanggulangan bencana hidrometeorologi kekeringan.
Anggaran yang disebutkan dalam rincian program tersebut mencakup alokasi reguler BPBD Gunungkidul sebesar Rp346,55 juta untuk pengadaan 800 tangki air. Sementara itu, anggaran reguler pemerintah kapanewon mencapai Rp659,34 juta untuk mendukung distribusi 2.977 tangki air.
"Kami juga menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1,35 miliar untuk memperkuat penanganan kekeringan," ungkap Purwono.
Secara keseluruhan, anggaran penanganan kekeringan yang disiapkan disebut mencapai Rp2,359 miliar. Dana tersebut diproyeksikan mendukung distribusi 5.223 tangki air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pasokan Air Ditargetkan Bertahan hingga Musim Hujan
Purwono memastikan anggaran yang tersedia masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan distribusi air bersih hingga musim hujan tiba. Meski demikian, waktu kedatangan musim hujan diperkirakan mundur berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Insya Allah cukup sampai musim hujan tiba, meskipun BMKG memprediksi waktunya mundur,” ujarnya.
Dengan masih berlangsungnya kekeringan di sejumlah wilayah, distribusi air bersih tetap menjadi salah satu upaya untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sembari menunggu musim hujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY menyalurkan manfaat jaminan sosial Rp4,86 triliun untuk 597.802 kasus klaim sepanjang Januari–September 2026.
Polresta Magelang menyiapkan personel untuk mengamankan Pilkades Serentak 2026 di 49 desa yang tersebar di 16 kecamatan.
Rasa gatal kronis merupakan salah satu keluhan yang dapat mengganggu kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis atau cuci darah
Satpol PP Gunungkidul mengecek tambang galian C di Ngawen setelah aduan warga. Pemantauan terakhir menunjukkan aktivitas tambang telah berhenti.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengajak calon kades di 49 desa menjaga persaudaraan, menolak politik uang, dan mewujudkan Pilkades damai 2026.