Investasi Sleman Tembus Rp3,53 Triliun, Ini Sektor Terbesarnya
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Ilustrasi UMKM - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 112.212 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat berada di Kabupaten Sleman. Namun, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan untuk beradaptasi dengan perkembangan digital, mulai dari keterbatasan literasi digital hingga pengelolaan keuangan dan keamanan data.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop-UKM) Kabupaten Sleman, Sutiasih, mengatakan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital masih perlu ditingkatkan.
“Tantangan tersebut terutama dirasakan pelaku usaha dari generasi tua dan yang berada di wilayah pinggiran,” katanya, Sabtu (24/10/2026).
Keterbatasan literasi digital membuat sebagian pelaku UMKM belum optimal memanfaatkan media sosial untuk promosi dan pemasaran produk. Padahal, penggunaan platform digital dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar sekaligus menjangkau konsumen yang lebih beragam.
Selain kemampuan digital, pengelolaan keuangan juga menjadi tantangan bagi pelaku UMKM di Sleman. Belum semua pelaku usaha memisahkan keuangan usaha dari pengeluaran konsumtif rumah tangga. Akibatnya, pencatatan arus kas belum tertata dengan baik.
Kondisi tersebut dapat menyulitkan pelaku usaha dalam memantau keuntungan, mengelola modal, serta merencanakan pengembangan usaha. Di sisi lain, keterbatasan modal membuat sebagian pelaku UMKM kesulitan menyiapkan perangkat dan kebutuhan pendukung untuk beralih ke sistem digital.
Perubahan perilaku konsumen turut mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi. Konsumen semakin mengharapkan layanan yang cepat dan praktis, termasuk dalam transaksi pembayaran menggunakan kode QR melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Meski demikian, penerapan teknologi tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia. Sejumlah UMKM masih memiliki keterbatasan tenaga yang secara khusus menangani pemasaran dan operasional digital.
Tantangan berikutnya adalah perluasan pasar. Rendahnya pemanfaatan teknologi digital membuat sebagian pelaku UMKM belum mampu mengoptimalkan peluang pemasaran melalui internet, termasuk untuk menjangkau pasar global.
Pemanfaatan teknologi digital tidak hanya berkaitan dengan promosi dan transaksi, tetapi juga menyangkut keamanan data. Pemahaman digital yang masih terbatas meningkatkan kerentanan pelaku usaha terhadap penipuan dan risiko keamanan saat bertransaksi secara daring.
Dengan jumlah yang mencapai 112.212 unit, UMKM menjadi bagian penting dalam aktivitas usaha di Kabupaten Sleman. Karena itu, peningkatan literasi digital, penguatan manajemen keuangan, akses permodalan, serta edukasi keamanan digital menjadi sejumlah aspek penting untuk mendukung daya saing UMKM Sleman di tengah perkembangan ekonomi digital.
Berbagai tantangan tersebut menunjukkan bahwa adaptasi digital bagi pelaku UMKM tidak cukup hanya dengan menggunakan teknologi. Kesiapan sumber daya manusia, pengelolaan keuangan yang tertata, dukungan modal, dan pemahaman keamanan transaksi juga menjadi perhatian dalam upaya memperkuat kemampuan usaha menghadapi perubahan perilaku konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.
Ribuan bibit sengon, kopi, kemukus, dan balsa disalurkan kepada kelompok tani di Samigaluh untuk menjaga hutan Menoreh dan ekonomi warga.
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Karang Taruna DIY merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, mulai dari reformasi kaderisasi, penguatan kapasitas
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.
Ahli paru Tjandra Yoga Aditama mengingatkan risiko vape, mulai dari cedera paru-paru hingga gangguan kardiovaskular dan perkembangan otak.