Geopark Night Specta 2018 Tonjolkan Nuansa Musik Asli Gunungkidul

Didi Kempot saat bernyanyi dalam acara Geopark Night Specta di kawasan Lembang Ngingrong, Desa Mulo, Wonosari, Sabtu (27/10/2018) malam. - Harian Jogja/David Kurniawan
28 Oktober 2018 10:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pergelaran Geopark Night Specta yang diselenggarakan di Lembah Ngingrong, Desa Mulo, Wonosari, Sabtu (27/10/2018) malam berbeda dengan penyelenggaran di tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, musik yang disajikan lebih ke nuansa etnik dengan menonjolkan cirikhas yang ada di Gunungkidul.

Oleh karenanya, di dalam penyelenggaran menampilkan campursari dengan bintang tamu Didi Kempot dan Dimas Tedjo. Di dalam gelaran ini juga menampilkan kolaborasi antara musik tradisional dan modern sehingga menjadi iringan nada-nada yang enak didengar para penonton.

Kepala Seksi Pengembanga Obyek dan Daya Tarik Wisata, Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo mengatakan, konsep gelaran Geopark Night Specta di tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan dua periode yang lalu. Untuk tahun ini, musik yang ditampilkan lebih menonjolkan kearifan lokal serta cirikhas yang dimiliki di Gunungkidul.

“Temanya lebih ke campursari karena merupakan salah satu musik unggulan yang berasal dari Gunungkidul,” kata Wardoyo, Sabtu malam.

Meski bernuansa etnik, tetapi penyelenggaraan dilakukan sebuah kolaborasi dengan menggabungkan musik tradisional dengan modern. Total ada 70 musisi yang mengiringi dalam acara geopark nigh festival di lembah Ngingrong.

“Intinya kami ingin menunjukan local wisdom yang ada di Gunungkidul. Sebab acara night specta [yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DIY] seperti di Sleman, Kulonprogo dan Kota Jogja juga mengedepankan potensi dan keunggulan di masing-masing daerah,” tuturnya.

Bupati Gunungkidul Badingah mengapresiasi penyelenggaraan Geopark Night Specta yang diselenggarakan kemarin malam. Menurut dia, para bintang tamu dapat menampilkan performa yang terbaik sehingga penonton menyaksikan acara ini dari awal sampai akhir.

“Sangat bagus karena ini juga sebagai upaya mempromosikan potensi wisata Gunungkidul di Ngingrong,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan, geopark night festival merupakan even musik yang rutin diselenggarakan sejak tiga tahun yang lalu. Menurut dia, adapun lokasi penyelenggaraan selalu berpindah-pindah tempat. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan geosite geopark yang ada di Bumi Handayani.

“Tahun 2016 lokasi penyelenggaraan di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, 2017 diselenggarakan di kawasan Pantai Krakal dan tahun ini bertempat di Lembah Ngingrong,” katanya.

Dia pun berharap penyelenggaraan pentas musik ini menjadi salah satu upaya mendongkrak wisatawan untuk berkunjung ke Gunungkidul. “Ini sudah jadi kalender resmi dan akan terus digelar setiap tahunnya,” ungkapnya.