Dalam Tiga Tahun, Muncul 88 Destinasi Wisata Baru di Pegunungan Menoreh

Suasana sepi damai hari di Puncak Ngepoh yang belum banyak dikunjungi wisatawan, Jumat (4/5/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya
04 November 2018 09:17 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Kepala Bidang Pemberdayaan Pariwisata Dispar Kulonprogo, Sujarwo menuturkan, paling banyak objek wisata baru dijumpai di kawasan perbukitan Menoreh.

Tercatat, terjadi pertambahan 75% persen destinasi baru di Kecamatan Kokap, Girimulyo dan Samigaluh. Sujarwo menambahkan, 88 destinasi wisata tersebut, dikembangkan masyarakat secara mandiri. Masyarakat sudah cerdas dalam memetakan potensi lokal, yang bisa dikelola dan dikembangkan.

"Dinas Pariwisata akan membuat program live in desa, untuk mendukung objek wisata yang berbasis masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, Dispar memberikan sertifikasi pemandu wisata kepada 40 orang yang terdiri dari 25 orang bagi pelaku desa wisata, dan 15 orang pemandu umum," ungkapnya.

Sujarwo mengungkapkan, pemandu umum ini akan melakukan berbagai kegiatan di luar, dalam rangka mempromosikan wisata yang dikembangkan masyarakat. Sedangkan pemandu desa wisata yang mengelola manajemen pelayan hingga promosi internal.

Langkah lain yang diambil Pemkab adalah menggandeng ASITA melakukan identifikasi objek wisata yang ada di Kulonprogo. Data hasil identifikasi itu, akan menjadi pedoman dalam membuat paket wisata yang akan dijual ke wisatawan, supaya mereka bisa mengambil paket live in.

Pemkab Kulonprogo juga menganggarkan dana untuk perbaikan sarana dan prasarana, berupa toilet duduk. Untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan asing yang tidak bisa menggunakan toilet jongkok.

"Menyambut NYIA dan KSPN Borobudur, tidak hanya eksekutif saja yang siap, tapi masyarakat juga sudah siap. Mudah-mudahan, Badan Otorita Borobudur dalam mengemas wisatawan menuju Borobudur, bisa melewati Bedah Menoreh yang banyak pilihan potensi wisata," ujarnya.

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo menyatakan, saat ini Pemkab sedang menyiapkan program Bedah Menoreh, mulai dari membedah infrastruktur jalan, sektor pariwisata, perkebunan, moda transporasi, budaya. Pemkab berharap, dengan adanya NYIA dan KSPN, Kulonprogo tidak sekadar menjadi tempat transit.

"Tapi juga menjadi destinasi yang layak untuk wisatawan," ucapnya.