Program Fisik Gunungkidul Ditargetkan Masuk Lelang di Triwulan Pertama 2019

Logo Gunungkidul
05 Januari 2019 08:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul menargetkan program fisik masuk proses lelang di triwulan pertama 2019. Hal ini dilakukan agar pengerjaan memiliki rentang waktu yang panjang sehingga kualitasnya tidak asal-asalan.

Kepala DPUPRKP Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi terkait kinerja di 2018. Hasilnya ada beberapa catatan, salah satunya berkaitan dengan pelaksanaan program fisik yang molor dari target.

Menurut dia, molornya program dapat dilihat dari pelaksanaan lelang. Seharusnya, sambung Eddy, pada triwulan kedua, proses lelang di 2018 selesai dan sudah memasuki pengerjaan. Namun faktanya, masih ada beberapa kegiatan fisik yang masih dalam proses lelang.

“Ini salah satu catatan kami di 2018. Untuk kegiatan, semua dapat selesai tepat waktu,” katanya, Jumat (4/1/2019).

Oleh karenanya, Eddy pun tidak ingin hal yang sama terulang sehingga menargetkan program fisik di DPUPRKP sudah masuk tahapan lelang di triwulan pertama 2019. “Mudah-mudahan bisa terpenuhi sehingga waktu pengerjaan tidak mepet di akhir tahun,” ungkapnya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPRKP Gunungkidul Agus Subaryanto. Menurut dia, di tahun ini ada beberapa kegiatan fisik yang harus dibangun. Beberapa kegiatan tersebut meliputi, penyelesaian RSUD Saptosari, pembangunan gedung BPBD, pembangunan rumah sakit tipe D di Patuk dan Ponjong.

“Semua sudah diprogramkan di APBD 2019,” kata Agus.

Menurut dia, untuk mencapai target di triwulan pertama, saat ini sudan mulai mempersiapkan dokumen perencanaan untuk lelang pengerjaan fisik. “Ya mudah-mudahan semua berjalan lancar sehingga target dapat terpenuhi,” katanya.

Anggota DPRD Gunungkidul Ery Agustin Sudiyati berharap kepada pemkab, khususnya DPUPRKP selaku OPD teknis untuk benar-benar merealisasikan janji tersebut. Pasalnya, selama ini proses perencanaan hingga pengerjaan fisik banyak dilakukan mendekati tahun akhir anggaran.

“Kalau bisa dipercepat. Salah satunya proses lelang sudah dimulai di awal tahun sehingga ada waktu pengerjaan yang panjang,” katanya.

Menurtu dia, jika pengerjaan menumpuk di akhir tahun anggaran akan berdampak banyak. Selain adanya pengerjaan yang molor, kualitas pekerjaan juga akan sangat berpengaruh.

“Biasanya kalau sudah dekat akhir tahun, yang penting selesai dan kualitas urusan belakangan. Jangan sampai ini terjadi, jadi untuk antisipasi program harus dilaksanakan sejak awal tahun,” katanya.