Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi siskamling
Harianjogja.com, SLEMAN--Maraknya kasus kekerasan dan kejahatan jalanan beberapa waktu terakhir mendapat sorotan dari semua kalangan masyarakat. Tak hanya tugas polisi, pencegahan aksi kekerasan dan kejahatan jalanan juga menjadi tanggung jawab keluarga, masyarakat dan sekolah.
Di Kapanewon Minggir, masyarakat dilibatkan dalam pencegahan tindak kejahatan jalanan dengan Jaga Warga.
Kapolsek Minggir, AKP Dwi Noor Cahyanto, menjelaskan selain menempatkan petugas Kring Serse di pos-pos yang sudah ditentukan, warga juga digerakkan dalam Jaga Warga.
BACA JUGA: Pesan Mendalam, Akademisi: Calon Rektor UGM Harus Sudah Selesai dengan Dirinya
Jaga Warga diambil dari masyarakat setempat yang peduli atas maraknya aksi kejahatan jalanan sehingga tergerak untuk turut berkontribusi dalam pencegahannya. “Kami gerakkan sebagai sukarelawan Kamtibmas [keamanan dan ketertiban masyarakat],” ujarnya, Rabu (13/4/2022).
Di Kapanewon Minggir terdapat lima kalurahan. Di masing-masing kalurahan sudah terbentuk kelompok Jaga Warga. Kelompok inilah yang dimanfaatkan untuk membantu polisi berjaga di lokasi dan waktu yang dianggap rawan terjadinya kejahatan jalanan.
“Mendasari hasil analisa waktu, jam, kejadian yang sering terjadi kejahatan jalanan, kami tempatkan personel kami, Kring Serse dan gabungan dengan Jaga Warga. Dari situ komunikasi kami melalui lurah dan perangkat masing-masing, langsung terhubung dengan ketua Jaga Warga masing-masing wilayah,” ungkapnya.
BACA JUGA: TPST Tamanmartani Akan Pakai Teknologi Pengelolaan Sampah dari Jerman
Polsek Minggir telah memetakan wilayahnya menjadi empat simpul untuk menempatkan Jaga Warga dan Kring Serse. Simpul pertama terletak di simpang empat Gedongan yang berbatasan dengan Kapanewon Moyudan.
Kedua, Balangan yang merupakan akses jalan alternatif dari Tempel. Ketiga, simpang tiga Bonagung, yang menjadi akses keluar ke arah Kulonprogo. Keempat, di Jalan Godean, tepatnya di Sembuhan, yang juga merupakan jalur ke arah Kulonprogo. “Kalau empat simpul itu sudah di-cover oleh kami, insyaallah akses dari mana pun sudah ter-cover,” ujarnya.
Tidak berhenti pada pencegahan kejahatan jalanan, Jaga Warga bersama Kring Serse juga siap menjaga segala bentuk gangguan kamtibmas. Menjelang Lebaran, tim gabungan juga akan menjaga mobilitas pemudik di wilayahnya. “Kami siap melayani pemudik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.