Produksi Padi DIY Meningkat, Gunungkidul Catat GKG Tertinggi
BPS DIY memproyeksikan produksi beras 2026 mencapai 329.020 ton, naik 5,79% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelantikan Penjabat Bupati Kulonprogo dan Penjabat Wali Kota Jogja./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penjabat Bupati Kulonprogo Tri Saktiyana punya dua target jangka pendek setelah dilantik.
Pertama, melakukan konsolidasi untuk memastikan peralihan dari pandemi ke endemi di Kulonprogo.
BACA JUGA: Terbilang Tinggi, Jumlah Kecelakaan di Kulonprogo Capai 70 Kasus di Bulan Mei
Kedua, komunikasi yang intensif dengan daerah tetangga untuk pengembangan kolaborasi bisnis. Di antaranya dengan Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Magelang.
“Sehingga proyek strategis nasional bisa berjalan dengan baik dan geliat ekonomi antar wilayah juga berjalan baik,” ucap dia.
Selain itu, kerja sama juga akan dilakukan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk persiapan satu tahun mendatang, agar tahap-tahap bisa berjalan sesuai dengan agenda yang dijadwalkan.
Sementara itu untuk jangka panjang Kulonprogo memiliki masalah dan juga punya potensi untuk mengatasi masalah yang ada.
“Atasi kemiskinan khususnya. Saya melihat Kulonprogo punya masalah tapi potensinya sangat mampu atasi masalah,” ucap dia.
Kepala BPS Kulonprogo Sumarwiyanto mengatakan upaya penanggulangan kemiskinan bisa dilakukan dengan mengerem kenaikan harga barang kebutuhan pokok makanan dan non-makanan. Kebutuhan pokok ini menjadi pengeluaran terbesar bagi masyarakat miskin.
“Jadi barang kebutuhan pokok, makanan dan non-makanan dijaga kestabilannya,” ujarnya.
BACA JUGA: PPKM Diwacanakan Dihapus, Begini Komentar Sultan
Potensi Kulonprogo adalah pariwisata sudah semakin membaik, ditambah dengan keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo yang semakin mendorong sektor wisata.
“Pertanian di Kulonprogo juga berpotensi. Saya kira dengan semua ini dijaga mudah-mudahan di tahun 2022 ini [kemiskinan] mengalami penurunan,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY memproyeksikan produksi beras 2026 mencapai 329.020 ton, naik 5,79% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah memutuskan mengangkat PPPK paruh waktu lintas profesi menjadi penuh waktu. Pendaftaran CPNS juga direncanakan mulai November 2026.
BPBD Banyumas mencatat 84 dari 121 desa terdampak kekeringan menyatakan kebutuhan air bersih tercukupi. Distribusi bantuan masih berlanjut di wilayah lain.
Pemerintah menyiapkan stimulus Rp31 triliun pada akhir 2026, mulai dari pembukaan rekening, bantuan pangan, BSU, hingga diskon tiket Nataru.
RAPBD DIY 2027 mengalokasikan 40,14% belanja untuk pendidikan. DPRD menyoroti penurunan bantuan keuangan hingga 33,65%.
Pengacara Irjen Ahrie Sonta memastikan kliennya kooperatif dalam kasus dugaan penyadapan Presiden yang turut menyeret eks Kapolri Listyo Sigit.