Sensus Ekonomi Gunungkidul Selesai, Pengolahan Data Selesai Desember
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Ilustrasi kegiatan sekolah./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2022-2022 telah diumumkan Jumat (24/6/2022). Faktanya, banyak sekolah di Gunungkidul yang kekurangan murid.
Data dari Dinas Pendidikan Gunungkidul, SMP baik swasta maupun negeri yang mengikuti PPDB online ada 107 sekolah. Hasil dari pengumuman dipastikan yang dapat memenuhi kuota penerimaan hanya 32 sekolah.
BACA JUGA: Launching Program Gemar Olahraga, Bupati Gunungkidul Lari 25 Km
Adapun 75 sekolah lainnya mengalami kekurangan murid. Jumlahnya pun bervariasi mulai dari satu murid hingga ada yang mencapai ratusan bangku yang masih kosong. Rinciannya, kekurangan murid ada 36 sekolah negeri dan 39 sekolah swasta.
Khusus untuk sekolah negeri, kekurangan terbanyak berada MTs Negeri 2 Gunungkidul. Saat penerimaan, sekolah ini membuka sebanyak 128 murid baru, akan tetapi pada saat pengumuman hanya mendapatkan 41 anak atau jumlah muridnya masih kurang dari 87 anak.
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Tijan mengatakan, ada 75 SMP di Gunungkidul yang kekurangan murid. Hal in terlihat pada kuota penerimaan yang lebih sedikit dari daya tampung yang tersedia.
Adapun sekolah yang dapat memenuhi daya tampung sebanyak 32 SMP. “Memang banyak, tetapi untuk kekurangan paling banyak di sekolah swasta. Untuk negeri juga ada, terutama yang berada di pinggiran,” katanya, Minggu (26/6/2022).
Menurut dia, penerimaan siswa baru masih didominasi zonasi sebesar 50. Adapun jalur perpindahan orang tua 5%, prestasi 30% dan afirmasi 25%. Selain itu, dinas pendidikan juga membuka Kelas Khusus Olahraga (KKO).
BACA JUGA: Job Fair Dibuka, Ribuan Lowongan Kerja Disiapkan untuk Pemuda Gunungkidul
Meski demikian, Tijan mengakui, tidak semua sekolah membuka kelas ini karena pelaksanaan hanya di SMP Negeri 1 Saptosari, SMP Negeri 1 Playen, SMP Negeri 1 Ngawen dan SMP Negeri 1 Rongkop. “Antusias siswa masuk lewat jalur ini terhitung tinggi. Untuk data pasti bisa dilihat di masing-masing sekolah,” katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Gunungkidul, Winarno mengatakan, adanya SMP yang kekurangan murid sudah diprediksi sejak persiapan PPDB. Menurut dia, daya tampung yang dimiliki lebih banyak, ketimbang calon siswa dari lulusan SD.
Dia mencontohkan, untuk tingkat SMP daya tampung yang dimiliki (gabungan sekolah negeri dan swasta) sebanyak 10.676 anak. Namun, jumlah siswa yang diterima sesuai dengan hasil dari PPDB online hanya 7.106 anak. “Kondisi kekurangan murid juga terjadi pada sekolah di tingkat SD,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Pernikahan di Bantul menurun sejak 2023 hingga 2026. Pendidikan, karier, ekonomi dan pandangan soal rumah tangga menjadi pertimbangan.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Senin 5Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Joshua Zirkzee mencetak gol penentu kemenangan Belanda 2-1 atas Serbia pada UEFA Nations League di Phillip Stadion, Eindhoven.
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang.