Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Pertanian dan Pangan terus mengembangkan budi daya bawang merah di Gunungkidul. Langkah ini sebagai upaya mencukupi kebutuhan di masyarakat yang hingga sekarang masih mengandalkan pengiriman dari luar daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan budi daya bawang merah terus dikembangkan karena Gunungkidul bukan sebagai sentra produksi. Upaya pengembangan telah dilakukan, namun hasil dari petani belum bisa mencukupi kebutuhan di masyarakat.
“Sudah mulai membuahkan hasil. Tetapi, panen bawang berah baru bisa mencukupi kebutuhan 10 sampai 20 persen di masyarakat, sisanya banyak mendatangkan dari luar daerah seperti Brebes, Sragen dan lainnya,” kata Rismiyadi, Minggu (29/1/2023).
Dia menjelaskan, dengan pangsa pasar yang masih terbuka lebar, maka upaya pengembangan secara massif terus dilakukan. Sebagai contoh di tahun ini mengembangkan budi daya bawang merah varietas Bauji. “Untuk tahap awal dikembangkan di Kapanewon Ponjong dan Playen. Total ada 10 titik yang dijadikan demplot,” ujar dia.
BACA JUGA: Embung Bakal Dibangun di Imogiri untuk Mengairi Bawang Merah
Menurut Rismiyadi, varietas Bauji memiliki banyak keunggulan. Selain cepat beradaptasi dengan berbagai jenis tanah, juga dapat bertahan di cuaca ekstrem.
Tak hanya itu, bawang merah jenis ini juga memiliki produktivitas yang sangat bagus. Diperkirakan produksinya bisa mencapai 12,8 ton per hektarenya.
“Sudah diujicoba tanam dan sudah panen. Untuk percontohan di dua kapanewon dulu, nantinya terus dikembangkan di seluruh wilayah,” katanya.
Diharapkan dengan budi daya ini juga bisa sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Gunungkidul. “Mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Sustiwiningsih mengatakan, untuk sekarang sudah memasuki masa panen raya jagung dan padi. Adapun hasilnya dapat berjalan dengan baik karena di beberapa wilayah telah panen.
Dia mencontohkan, untuk luas tanam jagung di musim tanam pertama mencapai 46.603 hektare dan tersebar di seluruh kapanewon di Bumi Handayani. “Tahun lalu produksi jagung mencapai 248.861,7 ton. Mudah-mudahan tahun ini hasilnya bisa lebih baik lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Pemkab Bantul menerapkan sistem pembobotan nilai jika bakal calon lurah lebih dari lima orang pada Pilur 2026 sesuai Perbup No. 47/2026.
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.
Timnas voli putri Indonesia U-18 kalah dramatis 2-3 dari Kazakhstan di AVC U-18 2026 dan gagal memperebutkan peringkat kelima.
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.