Program Padat Karya di Kota Jogja Serap Rp2,4 Miliar, Ini Rincian Pekerjaannya
Program Padat Karya di 10 lokasi Kota Jogja menyerap Rp2,4 miliar APBD 2026. Pemkot berharap anggaran tahun depan tidak dipangkas.
Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik, Jumat (22/6/2018) lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, BANTUL— Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak akan membangun embung di Nawungan, Imogiri, Bantul. Embung tersebut akan digunakan sebagai sumber pengairan pertanian warga dan kebutuhan lain.
PPK Perencanaan dan Program Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Shakti Rahadiansyah, mengatakan pembangunan tersebut merupakan inisiatif Fakultas Pertanian UGM.
“Jadi mereka itu akan mengembangkan semacam pertanian bawang merah yang sudah ada. Hanya sumber airnya itu mau di-switch dari yang sebelumnya air tanah menjadi air permukaan,” kata Shakti dihubungi pada Rabu, (18/1/2023).
Menurut Shakti, air tanah memiliki kecenderungan merusak lingkungan dalam arti stok air tanah tidak mudah di-charge kembali. Karena itulah, UGM akan mengambil air dari permukaan.
BACA JUGA: Konflik di Pantai Widodaren Tak Kunjung Usai, Ini Harapan Dinas Pariwisata Gunungkidul
“Kami diminta membantu membangun embung primer, sekunder, dan tersier sekaligus penghubung-penghubungnya. Jadi itu rencananya Fakultas Pertanian UGM. Kami mendukung mereka untuk mewujudkan embung itu,” katanya.
Shakti mengatakan pihaknya sedang menyusun desain embung primer dan sekunder. Apabila desain tersebut telah selesai, proses selanjutnya adalah pengadaan lahan. Tanah yang akan digunakan merupakan tanah kas desa, tanah kekancingan, dan tanah warga.
Jelasnya, pembangunan embung akan menyedot anggaran hingga Rp52 miliar. Besaran dana tersebut menyesuaikan dengan ukuran embung yang besar.
“Embungnya itu besar. Kemudian ada 12 embung sekunder dan ada saluran-saluran penghubung embung sekunder tersebut yang menjadi long-storage. Jadi saluran-saluran itu juga sekalian menjadi ikut menampung air,” ucapnya.
Shakti menegaskan warga menyambut baik rencana pembangunan embung tersebut. Katanya, dengan adanya embung, warga akan dapat menurunkan biaya pompa yang biasanya digunakan untuk mengambil dari sumur dalam. Bahkan, apabila ditilik dari sisi lain, pariwisata di Nawungan akan berkembang dengan berporos pada agrotourism dengan embung sebagai objek baru.
“Jalan melingkar yang menghubungkan 12 embung sekunder itu lumayan panjang sekitar 5 kilometer. Jadi ini merupakan objek pariwisata yang bagus,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Padat Karya di 10 lokasi Kota Jogja menyerap Rp2,4 miliar APBD 2026. Pemkot berharap anggaran tahun depan tidak dipangkas.
Sebanyak 36% bendungan di Jawa mengalami defisit air akibat El Nino. Kementerian PU menyiapkan modifikasi cuaca dan pola operasi waduk.
Pakar UMY Filosa Gita Sukmono menjelaskan tantangan komunikasi Prabowo-Gibran dan pentingnya keselarasan kebijakan dengan pengalaman masyarakat.
Harga BBM 21 Oktober 2026 di Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell. Simak daftar lengkap harga bensin dan diesel per liter.
DPRD Jogja menargetkan Raperda P4GN rampung awal November untuk memperkuat peran pemuda, mengawasi obat keras, dan mencegah narkoba.
Pemerintah menyiapkan pemerataan data center berbasis AI hingga Indonesia timur. Telkom membidik lokasi dekat sumber energi, Danantara incar pendapatan US$7 mil