Geopark Night Specta 8.0 Hadirkan Rekor MURI dan Roy Jeconiah
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan acara penanaman kedelai di Kalurahan Candirejo, Semin, Selasa (6/6/2023). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menantang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk memperluas area tanam kedelai hingga 10.000 hektare.
Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Gerakan Tanam Kedelai Dalam Rangka Peningkatan Produksi Nasional di Kalurahan Candirejo, Semin, Selasa (6/6/2023).
“Sekarang baru 1.000 hektare. Kalau bisa 5.000 atau sampai 10.000 hektare,” katanya.
BACA JUGA: Pemkab Optimistis Gunungkidul Bisa Suprlus Beras, Ini Alasannya
Menurut dia, gerakan tanam kedelai ini sangat penting karena kebutuhan dalam negeri masih sangat kurang. Hal ini terlihat dari jumlah impor yang mencapai 3,6 juta ton.
Untuk sekarang, lanjut Syahrul, ada momentum karena harga kedelai yang diimpor dari Amerika Serikat sedang tinggi sehingga memberikan peluang bagi kedelai lokal guna mengisi peluang tersebut. Ia tidak menampik, selama ini produk lokal kalah bersaing karena harga impor lebih murah.
“Dengan kedelai impor mulai mahal, maka jadi momentum untuk memperkuat produksi sehingga pangsa pasar bisa diisi oleh kedelai lokal,” katanya.
Meski demikian, untuk memangkas ketergantungan kedelai impor, Syahrul belum bisa mematok target kapan bisa terbebas. Ia berpendapat paling penting dilakukan secara bertahap dengan memperluas area tanam.
“Saya yakin dengan semangat dan keuletan yang dimiliki petani maka produksi bisa ditingkatkan dan ketergantungan pada impor bisa dikurangi perlahan-lahan,” katanya.
Menurut dia, permasalahan budidaya kedelai juga menyangkut produktivitas. Hasil pengubinan, panen hanya sekitar 2,6 ton per hektare.
Jumlah ini kalah dengan komoditas lain seperti jagung yang mencapai 6-7 ton per hektarenya. “Dari sisi harga kedelai dengan jagung hamir sama, makanya petani pilih menanam jagung. Tapi, budidaya kedelai harus terus dijalankan karena kalau bukan kita siapa lagi. Kalau tidak sekarang mau kapan lagi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tingkatkan Produktivitas Kedelai, Pemkab Gunungkidul Lakukan Strategi Ini
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mendukung penuh terhadap upaya penanaman kedelai di Gunungkidul. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang paling banyak disumbang di sektor pertanian.
“Sektor pertanian menjadi unggulan karena selama pandemic juga tetap dapat tumbuh, di saat lainnya menurun,” katanya.
Terkait dengan area tanam kedelai, Sunaryanta mengaku akan terus mengkaji. Menurutnya, luas 1.000 hektare hanya di Kapanewon Semin dan belum termasuk kapanewon lainnya.
“Sekarang area tanam sudah mencapai 4.350 hektare. Kami juga akan terus berupaya memperluas budidaya tanaman kedelai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Presiden Prabowo Subianto minta birokrat, TNI, Polri, dan jaksa introspeksi. Tegaskan aparatur negara milik rakyat dan korupsi tidak boleh dibiarkan.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Baru Dua Bulan Lulus, 89,74% Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri, Mayoritas Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY membidik sekitar 200 titik di wilayah DIY untuk menggelar program bedah buku secara masif