Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan acara penanaman kedelai di Kalurahan Candirejo, Semin, Selasa (6/6/2023). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menantang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk memperluas area tanam kedelai hingga 10.000 hektare.
Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Gerakan Tanam Kedelai Dalam Rangka Peningkatan Produksi Nasional di Kalurahan Candirejo, Semin, Selasa (6/6/2023).
“Sekarang baru 1.000 hektare. Kalau bisa 5.000 atau sampai 10.000 hektare,” katanya.
BACA JUGA: Pemkab Optimistis Gunungkidul Bisa Suprlus Beras, Ini Alasannya
Menurut dia, gerakan tanam kedelai ini sangat penting karena kebutuhan dalam negeri masih sangat kurang. Hal ini terlihat dari jumlah impor yang mencapai 3,6 juta ton.
Untuk sekarang, lanjut Syahrul, ada momentum karena harga kedelai yang diimpor dari Amerika Serikat sedang tinggi sehingga memberikan peluang bagi kedelai lokal guna mengisi peluang tersebut. Ia tidak menampik, selama ini produk lokal kalah bersaing karena harga impor lebih murah.
“Dengan kedelai impor mulai mahal, maka jadi momentum untuk memperkuat produksi sehingga pangsa pasar bisa diisi oleh kedelai lokal,” katanya.
Meski demikian, untuk memangkas ketergantungan kedelai impor, Syahrul belum bisa mematok target kapan bisa terbebas. Ia berpendapat paling penting dilakukan secara bertahap dengan memperluas area tanam.
“Saya yakin dengan semangat dan keuletan yang dimiliki petani maka produksi bisa ditingkatkan dan ketergantungan pada impor bisa dikurangi perlahan-lahan,” katanya.
Menurut dia, permasalahan budidaya kedelai juga menyangkut produktivitas. Hasil pengubinan, panen hanya sekitar 2,6 ton per hektare.
Jumlah ini kalah dengan komoditas lain seperti jagung yang mencapai 6-7 ton per hektarenya. “Dari sisi harga kedelai dengan jagung hamir sama, makanya petani pilih menanam jagung. Tapi, budidaya kedelai harus terus dijalankan karena kalau bukan kita siapa lagi. Kalau tidak sekarang mau kapan lagi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Tingkatkan Produktivitas Kedelai, Pemkab Gunungkidul Lakukan Strategi Ini
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mendukung penuh terhadap upaya penanaman kedelai di Gunungkidul. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang paling banyak disumbang di sektor pertanian.
“Sektor pertanian menjadi unggulan karena selama pandemic juga tetap dapat tumbuh, di saat lainnya menurun,” katanya.
Terkait dengan area tanam kedelai, Sunaryanta mengaku akan terus mengkaji. Menurutnya, luas 1.000 hektare hanya di Kapanewon Semin dan belum termasuk kapanewon lainnya.
“Sekarang area tanam sudah mencapai 4.350 hektare. Kami juga akan terus berupaya memperluas budidaya tanaman kedelai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.