Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Pertanian - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo baru saja mendatangkan drone pertanian. Drone tersebut dapat membawa air sampai 10 liter. Nantinya drone senilai sekitar Rp180 juta tersebut akan digunakan untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan pemupukan.
Kepala Bidang Perkebunan DPP Kulonprogo, Heni Hernawati, mengatakan pengadaan drone tersebut merupakan pertama kalinya di Kulonprogo. Anggaran yang dipakai berasal dari Dana Keistimewaan (Danais).
Baca Juga: Hanya Punya 52 Hektar Pertanian, Ini yang Dilakukan Warga Kota Jogja..
“Alatnya kan baru dan asetnya jadi milik Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo. Nanti kami akan buat pengelolaan, perawatan, dan prosedur pemakaian,” kata Heni dihubungi, Selasa (19/9/2023).
Heni menerangkan drone tersebut dapat dipinjam kelompok tani masyarakat melalui kelompok pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT). Selain sebagai pengendalian OPT, drone dapat digunakan untuk pemupukan.
“Drone kan bisa digunakan untuk nyemprot sampai sepuluh liter. Sepuluh liter itu perkiraannya habis dalam waktu lima belas menit. Dosis normal bisa dipakai untuk sepuluh hektar lahan,” katanya.
Baca Juga: Ditemukan Jalan Tak Layak, Infrastruktur Pertanian di Kulonprogo Perlu Ditingkatkan
Lebih jauh, Heni menjelaskan pada 2021, Kulonprogo mendapat serangan OPT kutu putih pada tanaman kelapa. Akhirnya DPP menyewa drone untuk mengendalikan OPT pada lahan seluas sekitar satu hektar dengan harga Rp250.000.
“Dari pengalaman itu kami ajukan menggunakan Danais dan akhirnya turun. Drone sudah kami uji coba ke tanaman jagung dengan biosaka dan efektif. Nantinya memang untuk komoditas pertanian,” ucapnya.
Penggunaan drone dalam pertanian tersebut menjadi langkah dalam menuju pertanian modern atau smart agriculture. Heni juga mengatakan DPP telah memberikan pelatihan kepada beberapa calon operator drone.
"Pelatihan dilakukan untuk memberikan bekal bagi calon operator, selain itu juga untuk mengenalkan kepada petugas dan masyarakat tentang penggunaan teknologi modern untuk pengendalian OPT dan pemupukan [terutama pupuk cair]. Dengan begitu pengendalian OPT dan pemupukan dapat lebih cepat dan efisien yaitu dalam satu hektar hamparan pertanian dapat diselesaikan dalam waktu lima belas menit," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna