Kebakaran Transhome Lebih 24 Jam, Basement Masih Belum Tertangani
Operasi kebakaran Transhome ditutup, tetapi basement masih bersuhu 200 derajat Celsius dan satu armada damkar tetap disiagakan.
Ilustrasi BUMDes/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk) Kulonprogo mengungkap hanya terdapat enam Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) yang masuk kategori maju.
Kepala DPMD Dalduk Kulonprogo, Ariadi, mengatakan bahwa sampai saat ini hanya ada enam BUMKal yang masuk kategori maju di Kulonprogo. Untuk mendorong BUMKal lain agar masuk kategori maju, DPMD Dalduk terus melakukan koordinasi melalui forum BUMKal selain memberikan pelatihan.
BACA JUGA: Hotel Tanpa Awak di Jepang, Tamu Bisa Masuk dengan Kartu Kereta
“Semua kalurahan di Kulonprogo sudah punya BUMKal. Tapi yang masuk kategori maju setahu saya baru ada enam. BUMKal itu juga sudah berbadan hukum semua,” kata Ariadi dihubungi, Minggu (22/10/2023).
Ariadi menambahkan BUMKal didirikan untuk ikut mendongkrak perekonomian di suatu desa/kalurahan. Dengan perekonomian yang maju maka angka kemiskinan dapat menurun termasuk angka stunting atau tengkes.
BUMKal juga dapat memperluas usaha mereka dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan lain. Hal tersebut dapat dilakukan untuk BUMKal yang sudah berbadan hukum. Sebagai contoh, Ariadi mengatakan BUMKal dapat membuka Pertashop.
“BUMKal dengan Pertamina bisa langsung kerja sama. Bisa buka Pertashop. Kerja sama dengan Perbankan juga bisa,” katanya.
Dia menegaskan pengembangan BUMKal menuju kategori maju juga bergantung pada kreativitas anggota atau pengurusnya. Dengan status legal dan dukungan Pemerintah Kalurahan (Pemkal) dan Pemkab, faktor kreativitas menjadi penentu perkembangan BUMKal.
“Untuk mendorong kreativitas kami berikan pembinaan. Selain kami, bagian perekonomian Sekda juga memberi pelatihan,” ucapnya.
Lebih jauh, dia mengaku omset BUMKal Binangun Jati Unggul Jatirejo, Lendah per bulan dapat mencapai Rp300 sampai Rp500 juta yang berasal dari sektor perdagangan.
Direktur BUMKal Binangun Jati Unggul Jatirejo, Tristi Sintawati, membenarkan bahwa omset BUMKal Binangun Jati Unggul Jatirejo dapat mencapai Rp500 juta per bulan. Hanya saja angka tersebut dapat tercapai ketika musim panen padi.
“Kalau dari tempat kami bisa sampai Rp500 juta dari tiga usaha yaitu resto, perdagangan padi dan beras, jasa keuangan. Itu kalau pas musim panen raya padi. Tapi untuk rata-rata ada di kisaran Rp100 juta per bulan,” kata Sintawati.
Sintawati menegaskan bahwa khusus untuk jasa keuangan, rata-rata omset bisa mencapai Rp50 juta per bulan. Sementara untuk rata-rata omset dari restoran bisa Rp200 juta per bulan.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kulonprogo, Jazil Ambar Was’an, mengatakan pengembangan BUMKal tergantung dari anggota atau pengurusnya. Menurut dia, bagi seseorang yang memiliki jiwa berusaha tentu dapat mengembangakan BUMKal dengan lebih baik.
“Persentase BUMKal yang dikategorikan bagus memang belum banyak. Mungkin baru 10 persen yang bagus. Sisanya ada yang jalan di tempat juga,” kata Jazil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Operasi kebakaran Transhome ditutup, tetapi basement masih bersuhu 200 derajat Celsius dan satu armada damkar tetap disiagakan.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.
Pembangunan RTH eks Parkir Abu Bakar Ali dimulai dan ditargetkan rampung Desember 2026 dengan konsep perpaduan hutan dan taman kota.
Ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, menyebabkan lima orang terluka dan sedikitnya 20 bangunan mengalami kerusakan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Selasa (6/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.