Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Seorang pemotor sedang melewati ruas jalan Pantai Glagah - Congot beberapa hari lalu. Ruas jalan tersebut baru saja selesai diperbaiki oleh DPUPKP pada bulan Oktober 2023. /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, KULONPROGO--Anggaran pembangunan jalan di Kulonprogo pada 2024 mendatang dipastikan menurun drastis seiring dengan pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Penurunan DAK tersebut bahkan mencapai 50%.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo, Agustinus Nurcahyo Budi Wibowo, mengatakan alokasi APBD dan DAK untuk perbaikan ruas jalan kabupaten turun akibat adanya Pemilu dan Pilkada 2024.
"Dana alokasi khusus [DAK] tahun depan turun 50 persen. Tahun ini sekitar Rp30,4 miliar. Turun jauh. APBD 2024 juga turun. Tahun ini Rp60 miliaran turun jadi sekitar Rp20 miliar," kata Nurcahyo ditemui di kantornya, Jumat (4/11/2023).
Pada 2024 DAK akan menyasar perbaikan lima ruas jalan kabupaten yang merupakan akses menuju destinasi wisata Pantai Glagah seperti ruas jalan Demen - Girigondo, Pasar Temon - Glagah, Tonobakal - Girigondo. Dua ruas jalan sisanya masuk dalam penanganan tematik yaitu ketahanan pangan.
"Kalau ketahanan pangan kan di sekitar daerah selatan. Tahun depan Kulonprogo akan melanjutkan pembangunan ruas jalan Kasatriyan - Panjatan dan Pasar Bendungan ke Selatan menuju sentra pertanian. Itu masih DAK," katanya.
Belum lama ini, DPUPKP juga telah memperbaiki ruas jalan Pantai Glagah - Congot sepanjang 6,3 kilometer. Pembangunan yang dimulai sejak bulan Mei itu selesai pada Oktober 2023 dengan menyedot DAK sebesar Rp4,3 miliar.
DAK juga telah digunakan untuk membangun jalan Boro – Gerbosari sepanjang 8,9 kilometer dengan pagu anggaran Rp15,8 miliar. Lalu ada ruas jalan Boro – Kepiton yang memiliki panjang 2,05 kilometer dengan pagu anggaran mencapai Rp1 miliar. Sementara ruas jalan Kasatrian –Dusun Panjatan sepanjang 6,0 kilometer mendapat alokasi Rp2 miliar.
Tidak hanya itu, masih ada ruas jalan Pasar Jombokan – Trukan Wetan sepanjang 1,4 kilometer dengan pagu Rp5 miliar. Terakhir Simpang Demen – Girigondo sepanjang jalan 2,8 kilometer mendapat alokasi Rp2,3 miliar.
Nurcahyo mengatakan DPUPKP bersama perwakilan Kemen-PUPR meninjau lima ruas jalan di Kulonprogo sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) jalan daerah. Lima tersebut antara lain di sekitar palang kereta api menuju arah Sermo, lalu Pripih - Pasar Pengkolan, Cerme - Demangrejo, dan Dudukan - Ngentakrejo. "Kami yang mengusulkan tapi memang baru survei. Belum disetujui," ucapnya.
Saat ini ruas jalan kabupaten di Kulonprogo yang berada dalam kondisi baik atau mantab sebesar 72%. Kebutuhan anggaran untuk memperbaiki dan memelihara jalan kabupaten setiap tahunnya mencapai sekitar Rp200 miliar. Kerusakan jalan dilatarbelakangi beberapa faktor seperti tingginya lalu lintas kendaraan berbeban berat dan kondisi alam.
Sekretaris DPUPKP Kulonprogo, Raden Langgeng Raharjo, mengatakan penanganan ruas jalan Pantai Glagah - Congot terbagi dalam lima lokasi. Lokasi pertama mulai dari simpang empat Glagah sampai TPR Pantai Glagah. Lokasi kedua di sekitar Pos Polairud Glagah sampai di titik 2 kilometer dari awal pekerjaan.
BACA JUGA : 16 Armada Bus Trans Jogja Mulai Diuji Coba Contraflow di Jalan Pasar Kembang
Kemudian lokasi ketiga merupakan lokasi yang beberapa waktu lalu mengalami abrasi dan badan jalannya mulai tergerus. Lokasi keempat berada di titik 4 kilometer dari awal pekerjaan. Lokasi kelima berada di kawasan wisata Pantai Congot sepanjang 40 meter, memanfaatkan dana sisa lelang untuk menanganani genangan yang sering terjadi di sekitar kawasan wisata.
"Sebagai pelengkap, dibangun juga marka jalan di sepanjang ruas. Dengan penanganan yang sudah dilakukan di ruas Glagah – Pantai Congot diharapkan mampu membantu aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan wisata Pantai Glagah dan Pantai Congot," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Menperin Agus Gumiwang menyebut Indonesia tengah bertransformasi menjadi basis produksi otomotif. Produksi kendaraan nasional tumbuh 11,3 persen pada semester I
Forum tertinggi organisasi perusahaan pers di Aceh ini menjadi ajang adu gagasan sekaligus pertarungan demokratis yang berlangsung ketat.