Event Jogja: Catat Tanggal Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K digelar di Kaliurang pada 23 Agustus 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi lokal di Sleman.
Ilustrasi program padat karya/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo baru saja memulai program padat karya di delapan titik di enam kalurahan di Kulonprogo. Program tersebut dikerjakan menggunakan BKK DIY senilai Rp1,5 miliar.
Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kulonprogo, Atik Zuniastuti, mengatakan ada enam kalurahan yang telah memulai program padat karya. Enam tersebut antar lain Jatirejo dua titik, Karangsari, Donomulyo, Sentolo, Triharjo, dan Banjarasri dua titik.
“Di APBD Perubahan 2023 ini ketentuan pengerjaannya di bulan Oktober sampai Desember. Oktober kemarin kami sudah survei dan mendesain gambar oleh pihak ketiga, lalu membahas RAB material, seiring pengadaan material kami lakukan sosialisasi juga,” kata Atik ditemui di kantornya, Senin (6/11/2023).
Baca Juga: Program Padat Karya DIY Menyerap Tenaga Kerja 34.656 Warga DIY
Atik menambahkan satu kalurahan yaki Bendungan masih belum memulai program karena material sedang dikirim ke lokasi dan belum selesai. Kata dia satu kalurahan yakni Jatirejo menjadi lokasi program padat karya untuk kedua kali di tahun 2023, hanya saja padukuhan sasarannya berbeda. Dia juga mengatakan pemilihan lokasi padat karya tersebut mengikuti ketetapan Disnakertrans DIY.
Lebih jauh, Atik mengaku jajarannya tidak melarang apabila warga ingin membangun jalan secara swadaya untuk menyambung ruas jalan hasil program padat karya. Hanya perlu adanya pembedaan antara jalan padat karya dengan jalan swadaya.
Baca Juga: Padat Karya Tahap III Sasar 39 Lokasi di Sleman
“Akhir pekerjaan juga ada pertanggungjawaban, secara target pagu anggaran tercapai tidak 400 meter jalannya. Saran kami supaya ada batas fisik fisik. Kalau perlu ada jeda waktu pengerjaan dengan swadaya,” lanjutnya.
Jeda waktu tersebut juga menjadi antisipasi agar upah pengerjaan yang diterima pekerja memang benar-benar sebagai kompensasi kerja. Pasalnya program padat karya bertujuan untuk menambah pendapatan tenaga kerja penganggur dan setengah penganggur.
“Memang bisa juga karena semangatnya warga, uang kompensasi dikumpulkan untuk membangun jalan. Kalau kompensasi itu dikumpulan untuk bangun jalan kan bukan orang menganggur tapi orang kaya,” ujarnya.
Baca Juga: Padat Karya Tahap Dua Digelar Juni
Atik memberi contoh pengerjaan jalan melalui program padat karya di Panjatan yang disambung dengan APBDes. Hal tersebut memungkinkan dilakukan setelah jeda beberapa bulan dari selesainya program padat karya.
Terangnya, tahun 2024 program padat karya masih akan dilakukan meski hanya menyasar beberapa tempat saja menyusul pemotongan anggaran akibat Pemilu dan Pilkada 2024. Khusus untuk BKK DIY, Pemkab Kulonprogo masih menunggu penetapan sasaran dan alokasi dana dari Disnakertrans DIY.
“Kalau dari APBD Kabupaten ada juga. Tapi mekanismenya hibah LPMKal. Pagunya per lokasi Rp100 juta. Dari kas kabupaten nanti ditransfer ke rekening LPMKal. Alokasinya APBD sekitar Rp1,2 atau Rp1,6 miliar,” lanjutnya.
Baca Juga: Padat Karya Jogja Istimewa Bangkitkan Ekonomi Warga
Padat karya dengan mekanisme hibah kepada LPMKal tersebut nantinya akan menaati petunjuk teknis (juknis) Disnakertrans Kulonprogo bukan DIY. Lokasi sasaran pun juga ditentukan Pemkab Kulonprogo.
“Karena hibah LPMKal jadi penyelenggaraannya betul-betul kewenangan LPMKal. Jadi waktunya diadakan kapan kewenangan mereka. Kami lakukan monev juga lewat juknis kami,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Nur Wahyudi, mengatakan program padat karya yang telah digulirkan di tahun 2023 mencapai 25 titik/paket khusus dari APBD Kabupaten. Sementara untuk BKK DIY telah menyasar 57 titik.
“Dari BKK itu ada 57 lokasi atau paket. Dari jumlah itu sebanyak sembilan lokasi dilakukan pengerjaannya pada triwulan empat,” kata Nur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K digelar di Kaliurang pada 23 Agustus 2026 untuk mendorong wisata dan ekonomi lokal di Sleman.
PSIM Jogja merekrut Adrian Dalmau, eks pemain akademi Real Madrid yang diproyeksikan mempertajam lini depan pada musim 2026/2027.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.