Lelang Proyek Gedung RSUD Sleman Dipastikan Mundur dari Juli
Lelang pembangunan gedung baru RSUD Sleman dipastikan mundur karena reviu DED belum selesai. Skema pinjaman juga bergeser ke 2027.
Ilustrasi pemilu - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul menilai penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2024 berjalan lancar setiap tahapnya. Dalam dua hari ke depan, sejak Selasa 27 Februari 2024, KPU menggelar rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten.
Ketua KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti mengatakan kendati setiap tahap berjalan dengan lancar, namun dia tidak menampik ada kekurangan surat suara di beberapa tempat pemungutan suara (TPS).
BACA JUGA : 14 Kecamatan di Gunungkidul Selesai Rekapitulasi Suara, Tinggal Empat Kecamatan Lagi
“Meskipun sempat terkendala dengan kurangnya kertas suara, berkat kesigapan petugas semua pemilih dapat terlayani dengan baik hak suaranya,” kata Asih Selasa (27/2/2024).
Menurut Bawaslu DIY, kekurangan dan kelebihannya surat suara (susur) di Gunungkidul cukup signifikan. Jumlahnya dapat mencapai 50 sampai 100 susur. Hal ini sempat membuat pemungutan suara terganggu meski berhasil ditangani sehingga pemungutan suara berjalan lancar.
Asih menambahkan rekapitulasi ditingkat kecamatan juga dibantu dengan sistem SiRekap. Sistem ini dapat memenuhi unsur transparansi dan akuntabilitas karena masyarakat dapat melihat bukti kertas C1.
Disinggung perihal partisipasi pemilih, Asih belum dapat menyampaikannya. KPU baru dapat mengetahui tingkat partisipasi setelah proses rekapitulasi suara tingkat kabupaten selesai.
"Kami tegaskan, tidak ada manipulasi suara dan pergeseran suara dalam rekapitulasi di tingkat kabupaten. Apabila ada kekeliruan di sistem SiRekap itu murni kesalahan teknis," kata Asih.
Senada dengan Asih, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengaku proses pelaksanaan Pemilu mulai dari pendaftaran sampai saat ini berjalan aman dan kondusif. “Ini menjadi hal yang cukup baik,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lelang pembangunan gedung baru RSUD Sleman dipastikan mundur karena reviu DED belum selesai. Skema pinjaman juga bergeser ke 2027.
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul berencana menyambungkan potensi wisata di wilayahnya dengan sektor industri agar kian maksimal.
Kejagung memastikan FA dan DR tetap berstatus tersangka meski penanganan tiga perkara dugaan korupsi dialihkan dari Polri ke Kejagung.
Kasus anak di Pleret mendapat perhatian DPRD Bantul. Proses hukum, pendampingan psikologis, dan perlindungan korban diminta berjalan optimal.
Progres pembangunan Gedung DPRD DIY mencapai 81,7 persen. Sultan HB X meminta desain lebih aman, ergonomis, dan ramah bagi masyarakat.
Pemkab Bantul mengusulkan enam ruas jalan diperbaiki melalui Inpres Jalan Daerah untuk mempercepat revitalisasi di tengah keterbatasan anggaran.