BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
SMP Ma'arif Yani, Nanggulan. Dok.Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kulonprogo mengaku belum menerima laporan penutupan SMP Ma'arif Yani, Nanggulan. Sekolah tersebut sudah tidak beroperasi lantaran tidak mendapatkan siswa sampai jadwal masuk sekolah dimulai, Senin (15/7/2025).
Sekretaris Dikpora Kulonprogo, Nur Hadiyanto mengatakan pihaknya masih menunggu laporan penutupan SMP Ma'arif Yani hingga 31 Agustus 2025 untuk update Dapodik dan pencabutan nomor pokok sekolah nasional (NPSN).
BACA JUGA
Dikpora juga meminta, sebelum laporan disampaikan, pihak Yayasan memindah dapodik para guru dan tenaga pendidikan (Tendik) di SMP Ma'arif Yani ke tempat bekerja baru.
"Kami mohon lembaga segera melaporkan. Bila ada guru atau tendik berstatus honorer daerah yang terdampak penutupan dapat dipindahkan ke sekolah lain," katanya, Selasa (15/7/2025).
Untuk diketahui, di SMP Ma'arif Yani masih ada dua tendik dan satu guru yang belum mendapatkan sekolah baru imbas penutupan. SMP Ma'arif Yani, Nanggulan berada di bawah naungan yayasan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Kulonprogo.
Tidak Tutup Permanen
Ketua LP Ma'arif Kulonprogo, Sumarno saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengklarifikasi status SMP Ma'arif Yani bukan ditutup secara permanen tetapi hanya bersifat sementara. Menurutnya, penutupan sementara sekolah tersebut belum dilaporkan ke Dikpora Kulonprogo karena masih dalam kajian di tingkat yayasan.
"Itu tidak tutup, masih kami kaji, belum ada penutupan SMP Ma'arif Yani. Sekarang masih koordinasi masih kami pikirkan masa depannya bangunannya gimana," ungkapnya.
Pihak yayasan juga masih berkoordinasi terkait pemanfaatan aset bangunannya. Selama penutupan sementara dilakukan, pihak yayasan juga akan melakukan pembenahan manajemen SMP Ma'arif Yani.
"Sementara dihentikan dulu KBM, siswa dan guru sudah dikondisikan. Ke depan akan seperti apa masih dalam kajian lagi, bisa jadi sekolah lagi," tuturnya.
Menurut Sumarno, belum ada keputusan untuk menutup SMP Ma'arif Yani karena sesuai mekanismenya penghentian operasional permanen sekolah harus melalui pengajuan antar instansi yayasan dan Dikpora yang disetujui Bupati Kulonprogo.
"Untuk nasib guru dan Tendik akan tetap diupayakan mendapatkan pekerjaan baru. Tetap nanti semua karyawan dan guru kami perhatikan dan pikirkan nasib pekerjaan barunya," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Desil 1-5 masih berpeluang menerima bansos 2026. Simak cara cek desil dan status penerima bantuan melalui laman Kemensos.
Lumbung Mataraman mendorong pemanfaatan pekarangan dan lahan belum tergarap untuk memperkuat pangan berbasis potensi lokal di DIY.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.
DPRD DIY menyoroti titik rawan kecelakaan di JJLS dan mengusulkan pemasangan pagar pengaman serta PJU secara bertahap.