BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Ubur-Ubur - Ilustrasi/StockCake
Harianjoga.com, KULONPROGO - Ubur-ubur mulai muncul dari sejumlah pantai wilayah Kabupaten Kulonprogo. Dari temuan petugas Satlinmas Rescue Wilayah V Kulonprogo mulai muncul pada Selasa (15/7/2025) lalu di Pantai Congot. Lantas pada Rabu (16/7/2025) di Pantai Glagah juga sudah muncul ubur-ubur. Patroli sudah dilakukan sehingga ditemukan kemunculan ubur-ubur.
Koordinator Satlinmas Rescue Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan, ubur-ubur yang menepi ke bibir pantai karena faktor angin. Sebagai antisipasi sejumlah pantai yang ramai pengunjung ditingkatkan kewaspadaannya. "Kami tingkatkan pengawasa terhadap pengunjung yang berenang dan beri himbauan agar wisatawan minim tersengat ubur-ubur," katanya, Kamis (17/7/2025).
Kemunculannya sudah lumayan masif sejak Selasa. Namun, Kamis (17/7/2025) jumlahnya sedikit karena anginnya tidak kencang. Hanya terdapat temuan hitungan jari saja ubur-ubur dan itu pun ukurannya kecil-kecil.
"Alhamdulilah sampai sekarang masih aman belum ada wisatawan yang tersengat," imbuhnya. Namun, tetap harus menjadi perhatian serius para pengunjung yang berenang. Aris mengaku, patroli digiatkan anggotanya terutama di pantai yang ramai pengunjung seperti Glagah.
Himbauan dan arahan akan menjadi antisipasi utama terhadap para pengunjung. "Kami selalu mengingatkan wisatawan agar tidak memegang atau memainkan benda seperti jeli yang ternyata itu ubur-ubur," tuturnya. Aris menjelaskan, ubur-ubur yang sejauh ini ditemukan di pantai-pantai Kulonprogo ialah ubur-ubur api atau portugis. Nama lainnya ubur-ubur tersebut ialah physilia physalis.
"Sengatannya cukup berbahaya terutama pada anak kecil," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Desil 1-5 masih berpeluang menerima bansos 2026. Simak cara cek desil dan status penerima bantuan melalui laman Kemensos.
Lumbung Mataraman mendorong pemanfaatan pekarangan dan lahan belum tergarap untuk memperkuat pangan berbasis potensi lokal di DIY.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Luhut mengajak Tsinghua berkolaborasi meneliti 435 spesies herbal Indonesia di IT Del melalui riset genomik dan teknologi kecerdasan buatan.
DPRD DIY menyoroti titik rawan kecelakaan di JJLS dan mengusulkan pemasangan pagar pengaman serta PJU secara bertahap.