Kulonprogo Bersiap Hadapi Banjir, Sungai dan Drainase Disorot
DPRD Kulonprogo mendorong normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan kolaborasi lintas instansi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
Penanganan keracunan di SMP Muhammadiyah 2 Wates yang mendapat perawatan imbas mengalami keracunan. - Harian Jogja - Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO - Siswa yang mengalami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Kulonprogo mendapat perawatan di fasilitas kesehatan (Faskes). Ada yang mendapatkan rawat jalan di Puskesmas dan rawat inap (ranap) di rumah sakit (RS) yang berada di Kapanewon Wates.
Sampai Jumat (1/8/2025) masih ada siswa yang tidak masuk sekolah karena masih merasakan gejala keracunan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo, Arief Musthofa menyampaikan, ada sekitar 80 siswa yang tidak masuk sekolah imbas keracunan MBG. Terdiri dari SMPN 3 Wates 50 siswa dan SMP Muhammadiyah 2 Wates 30 siswa. Gejala yang dialami mayoritas muntah-muntah, diare dan sakit perut.
"Sekarang yang masih ranap di RS satu orang, rawat jalan tersebar di sejumlah Puskesmas," katanya, Jumat (1/8/2025). Di antaranya tiga anak di Puskesmas Wates dan masing-masing satu di Puskesmas Temon dan Kokap. Arief mengungkapkan, sekarang masih dilakukan pendataan imbas keracunan massal karena MBG. Menurutnya, jumlah pasti siswa yang mengalami keracunan perlu divalidasi tingkat lanjut.
Penyebabnya karena sebaran siswa yang terdampak tersebar. Kendati begitu, dia mengklaim mayoritas kini yang keracunan sudah mulai membaik kesehatannya. "Untuk hasil labnya terhadap makanan MBG masih menunggu dua pekan," imbuhnya.
BACA JUGA: Puluhan Siswa dari Beberapa Sekolah di Kulonprogo Keracunan Makan Bergizi Gratis
Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan memastikan untuk perawatan kesehatan yang dialami para siswa keracunan ditanggung pemerintah. Menurutnya, sesuai aturan keadaan darurat massal harus ditangani langsung dan kini sudah ditindaklanjuti Pemkab Kulonprogo terkait penanganan kesehatannya.
Dia mengaku, imbas keracunan yang diduga karena MBG ini tidak bisa berbuat banyak. "Kami hanya melakukan pembinaan agar segala sesuatunya berlangsung lebih nyaman dan aman bagi semua anak-anak," ungkapnya.
Penyebabnya karena MBG merupakan program dari pemerintah pusat. Tak ayal Pemkab Kulonprogo tidak bisa mencampurinya hingga membuat kebijakan penghentian sementara penyaluran MBG. "Kami adanya hanya himbauan agar lebih tertib bukan peringatan apalagi melarang atau meniadakan MBG," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo mendorong normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan kolaborasi lintas instansi untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, banjir bandang, longsor, dan banjir lahar saat musim hujan.
Cek jadwal SIM Keliling dan layanan perpanjangan SIM Gunungkidul November 2026, termasuk lokasi, syarat dokumen, serta biaya SIM A dan C.
Satlantas Polresta Jogja menyediakan layanan perpanjangan SIM November 2026 melalui Satpas, SIM Keliling, SIM Mami, Drive Thru, dan MPP.
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.