BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
-
Harianjogja.com, KULONPROGO - Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) di Kulonprogo dimulai dan akan berlangsung selama tiga hari. OMI tingkat kabupaten ini akan menjadi ajang seleksi untuk dapat mewakili Kulonprogo di tingkat provinsi bahkan sampai nasional. Sebanyak 373 madrasah di Kulonprogo turut serta.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo, Dwi Putranto mengatakan, OMI 2025 yang diikuti 373 siswa terdiri dari 127 siswa MI, 113 siswa Mts, dan 133 siswa MA. Pelaksanaannya mulai Selasa (9/9/2025) sampai Kamis (11/9/2025). Menurutnya ini OMI tingkat kabupaten yang menang nanti akan melenggang ke tingkat Provinsi DIY.
"OMI untuk memacu semangat para siswa untuk berprestasi," katanya kepada wartawan, Selasa (9/9/2025). Dwi merinci tiap tingkat madrasah berbeda-beda dalam OMI ini. Untuk tingkat MI OMI akan mempertandingkan matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
BACA JUGA: Jadwal KRL Solo Jogja 10 September 2025, dari Stasiun Palur
Sedangkan di tingkat Mts OMI dalam mata pelajaran IPA, IPS, dan matematika yang semuanya terintegrasi. "Sedangkan di MA ada enam pelajaran terintegrasi," ucapnya. OMI di MA yakni geografi, kimia, fisika, matematika, ekonomi dan biologi.
Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil menambahkan berharap tiap madrasah menjadikan OMI sarana meningkatkan prestasi dan kualitas pendidikan di madrasah. Menurutnya untuk mencapai itu dibutuhkan kekompakan antaran guru, siswa dan seluruh stakeholder di madrasah. Kompetisi seperti OMI menjadi tolak ukur untuk peningkatan kualitas pendidikan.
"Dalam setahun banyak kompetisi bagi siswa madrasah sehingga dapat untuk mengoptimalisasi prestasi dan kualitas," ujarnya. Adapun OMI tingkat kabupaten di Kulonprogo dilangsungkan secara terpusat di tiga tempat. Ketiganya yakni di MAN 1, MAN 2, dan MAN 3.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Sebanyak 580 atlet dari Jawa Tengah dan DIY mengikuti kejuaraan pencak silat di Temanggung untuk pembinaan dan penjaringan bibit unggul.
DPRD Kota Jogja mendorong optimalisasi lahan perkotaan, pekarangan, dan aset pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Event di Jogja dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi UMKM, pekerja seni, dan pelaku usaha kreatif.
Pernikahan di Ngaglik cenderung menurun. Pendidikan dan kesiapan ekonomi menjadi pertimbangan calon pengantin sebelum menikah.
Pasar tenaga kerja AS hanya bertambah 29.000 pekerjaan pada September 2026, sementara tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%.