Pengadaan Tanah Kas Desa Pengganti di Palihan Diawali dengan Audit
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi satu-satunya bandara bertaraf internasional untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah. Tampak sejumlah pengguna bersiap memasuki Bandara YIA di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, belum lama ini.
Harianjogja.com,KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo bersama pengelola Yogyakarta International Airport (YIA) meningkatkan langkah antisipasi penyebaran virus nipah, khususnya melalui pintu masuk internasional di Bandara YIA pada Februari 2026. Upaya ini dilakukan untuk mencegah potensi masuknya virus zoonosis tersebut ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peningkatan kewaspadaan dilakukan seiring diterbitkannya Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan RI terkait kewaspadaan terhadap virus nipah. Bandara YIA menjadi salah satu titik krusial karena berperan sebagai gerbang mobilitas penumpang dari luar negeri menuju Kulonprogo dan sekitarnya.
General Manager Bandara YIA, Ruly Artha, menjelaskan bahwa proses skrining awal penumpang internasional dilakukan melalui pengisian data kesehatan di sistem All Indonesia. Melalui sistem tersebut, penumpang yang dinyatakan sehat secara otomatis dapat melanjutkan perjalanan masuk ke Indonesia.
“Untuk kedatangan internasional YIA disediakan petugas dan peralatan thermal scanner, selain mendeteksi juga untuk edukasi dan penanggulangan bilamana ada keluhan dari penumpang setelah penerbangan,” katanya kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
Selain pemeriksaan suhu tubuh, penumpang internasional juga berpotensi menjalani tahapan lanjutan berupa wawancara dan pemeriksaan epidemiologi. Jika ditemukan indikasi tertentu, petugas dapat melakukan swab test untuk memastikan kondisi kesehatan penumpang.
Ruly menuturkan, hasil pemeriksaan tersebut dapat diperiksa di Balai Besar Labkesmas Yogyakarta untuk keperluan investigasi lanjutan. Ia menegaskan hingga saat ini belum ada perubahan mendasar dalam prosedur identifikasi awal di Bandara YIA.
“Petugas melakukan profiling sebisa mungkin tanpa mengganggu alur pergerakan pengguna jasa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kulonprogo, Susila Ningsih, menyampaikan bahwa pihaknya secara resmi meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus nipah di wilayahnya. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI terkait kewaspadaan virus zoonosis.
Susila Ningsih mengonfirmasi bahwa SE tersebut telah diterima dan dibahas dalam koordinasi rutin mingguan Tim Epidemiologi tingkat kabupaten. Arahan tersebut akan segera diteruskan ke seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kulonprogo untuk memperkuat kesiapsiagaan deteksi dini.
“Rencananya, arahan ini akan segera diteruskan ke seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah Kulonprogo untuk meningkatkan kesiagaan deteksi dini,” jelasnya.
Upaya lanjutan yang dilakukan Dinkes Kulonprogo meliputi pemantauan ketat melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), serta penguatan koordinasi dengan faskes untuk mempercepat penemuan dan penanganan kasus. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko penyebaran virus nipah sejak dini, terutama dari jalur kedatangan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya taruna Akpol Semarang berinisial AMM yang ditemukan terluka di kompleks pendidikan Akpol.
Dinsos Bantul menargetkan setiap pendamping PKH meluluskan 24 KPM dari bansos pada 2026 untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.
Belanja gaji pegawai Pemkab Sleman 2027 turun menjadi Rp787,97 miliar. BKAD mewaspadai TPP terdampak jika target PAD tidak tercapai.
Pemerintah memastikan pemisahan anggaran BGN dari fungsi pendidikan mulai diterapkan pada penyusunan APBN 2028 sesuai putusan MK.
Balita menjadi kelompok paling rentan TBC di Kota Jogja. Hingga 23 Juli 2026 tercatat 174 anak terdiagnosis tuberkulosis.